APLIKASI PUPUK KANDANG DALAM UPAYA MEMACU PERTUMBUHAN BIBIT ROTAN JERNANG BULAT (Daemonorops didymophylla Beccari)

Please download to get full document.

View again

of 27
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Similar Documents
Information Report
Category:

Religion & Spirituality

Published:

Views: 5 | Pages: 27

Extension: PDF | Download: 0

Share
Description
ABSTRAK Salah satu kendala dalam pembibitan rotan jernang adalah pertumbuhannya yang lambat, terutama pada periode awal pertumbuhan, sehingga dibutuhkan upaya pemacuan pertumbuhan yang salah satunya melalui penyediaan nutrisi yang cukup pada media
Tags
Transcript
  PROSIDING SEMINAR NASIONAL SILVIKULTUR KE  –  VI “Penerapan Silvikultur untuk Pengelolaan Hutan dan Pengentasan Kemiskinan”   399 | APLIKASI PUPUK KANDANG DALAM UPAYA MEMACU PERTUMBUHAN BIBIT ROTAN JERNANG BULAT (Daemonorops didymophylla Beccari  ) Nanang Herdiana * , Sahwalita Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Palembang, Palembang 30961 * Email: nanang_herdiana@yahoo.co.id ABSTRAK Salah satu kendala dalam pembibitan rotan jernang adalah pertumbuhannya yang lambat, terutama pada periode awal pertumbuhan, sehingga dibutuhkan upaya pemacuan pertumbuhan yang salah satunya melalui penyediaan nutrisi yang cukup pada media sapih. Penelitian untuk melihat respon pertumbuhan bibit rotan jernang akibat penambahan pupuk kandang pada media sapih telah dilakukan di Persemaian KHDTK Kemampo, Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada bulan Juni 2016-Maret 2017. Rancangan perlakuan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan yang diuji berupa penambahan pupuk kandang (kotoran ayam petelur) dalam media sapih yang terdiri dari 5 taraf, yaitu: 0%, 10%, 20%, 30% dan 40 % (v/v). Parameter pertumbuhan yang diukur adalah tinggi dan jumlah daun, diukur secara periodik setiap 3 bulan dan dilakukan sebanyak 3 kali. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan pupuk kandang pada media sapih mampu meningkatkan pertumbuhan bibit rotan jernang. Penambahan pupuk kandang sebanyak 40 % (v/v), mampu meningkatkan pertumbuhan tinggi bibit sebesar 38,5% dibanding kontrol. Respon peningkatan pertumbuhan tinggi bibit terjadi pada periode ke dua (3-6 bulan) setelah sapih dan responnya semakin berkurang sejalan dengan umur bibit. Parameter jumlah daun belum mampu memberikan gambaran pertumbuhan bibit rotan jernang, karen sepanjang periode pengatan terjadi penggantian/kematian daun karena umur yang telah tua. Kata kunci  : Bibit Rotan Jernang, Penambahan Hara, Tinggi dan Jumlah Daun  PENDAHULUAN Jernang merupakan satu jenis komoditas HHBK yang mulai dikembangkan oleh masyarakat di Sumatera. Masyarakat sudah mulai membudidayakan rotan jernang pada areal produktif yang dikelolanya, terutama di kebun-kebun sekitar pemukiman. Salah satu rotan jernang yang banyak dibudidayakan adalah rotan jernang bulat (Daemonorops didymophylla Beccari.  )  Di beberapa lokasi, seperti di Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu dan Aceh, rotan jernang banyak ditanam pada kebun karet, kopi dan buah-buahan, bahkan di sepanjang pinggir sungai dan sawah (Herdiana & Sahwalita, 2017a). Pola campuran ( agroforestry  ) semacam ini cukup potensial dan prospektif, tidak hanya menguntungkan sisi sosial ekonomi saja, tetapi juga secara ekologi bisa dijadikan sebagai upaya konservasi jenis dimaksud. Upaya budidaya jenis, termasuk rotan jernang, akan berimplikasi pada kebutuhan bibit siap tanam dengan kualitas baik dan seragam (Herdiana & Sahwalita, 2017b). Berdasarkan pengalaman, pertumbuhan bibit rotan jernang, terutama pada  PROSIDING SEMINAR NASIONAL SILVIKULTUR KE  –  VI “Penerapan Silvikultur untuk Pengelolaan Hutan dan Pengentasan Kemiskinan”   400 | periode awal pertumbuhan, termasuk lambat. Pemeliharaan bibit rotan jernang sampai siap tanam di persemaian membutuhkan waktu yang cukup panjang, bisa mencapai 2 tahun. Di lapangan, beberapa masyarakat terpaksa menanam bibit rotan jernang yang masih kecil, tetapi adaptabilitasnya masih rendah dan resiko kegagalan yang diakibatkan oleh gangguan hama, seperti babi, cukup tinggi. Pemacuan pertumbuhan bibit, terutama pada periode awal pertumbuhanya, salah satunya dapat dilakukan melalui pengaturan media sapih (Siahaan, Herdiana & Saepuloh, 2007), dalam hal ini dengan penyediaan nutrisi/hara yang cukup pada media sapih. Penggunaan bahan organik sebagai campuran media sapih sudah lazim dilakukan dan jenis bahan organik yang dapat digunakan disesuaikan dengan potensi sekitar persemaian, miasalnya kompos, pupuk kandang atau lainnya (Pramono & Herdiana, 2018). Kotoran ayam petelur merupakan salah satu pupuk kandang yang relatif mudah didapat, mengingat sistem budidaya ternak lain di Sumatera Selatan pada umumnya belum dikandangkan. Selain itu, kandungan nutrisi/hara kotoran ayam cukup tinggi dan lebih baik dibanding jenis pupuk kandang yang lain (Ahmad et al. , 2009). Penelitian untuk bertujuan untuk melihat respon pertumbuhan bibit rotan  jernang akibat penambahan pupuk kandang pada media sapih. METODE PENELITIAN Penelitian ini telah dilakukan di Persemaian KHDTK Kemampo Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada bulan Juni 2016-Maret 2017. Sedangkan bahan dan alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: kecambah rotan  jernang yang berasal dari benih hasil pemanenan dari hutan alam yang dilakukan oleh masyarakat Bengkulu Selatan, media sapih berupa top soil   podsolik merah kuning, pupuk kandang berupa kotoran ayam petelur, polybag   ukuran 12 x 15 cm, label plastik, spidol, kaliper, mistar ukur dan alat tulis. Penyediaan media sapih dilakukan dengan mencampur top soil   yang telah dibersihkan dan diayak dengan pupuk kandang sesuai taraf perlakuan yang telah ditentukan. Kecambah rotan jernang yang disampih telah memiliki calon batang berbentuk jarum dengan panjang sekitar 2-3 cm dan akarnya telah tumbuh sempurna. Kecambah (bibit) yang telah disapih selanjutnya diletakan pada bedeng sapih yang telah dipasangi dengan paranet dengan intensitas naungan sekitar 50%. Setelah 1 minggu, bibit diseleksi dan dipilih yang hidup dan seragam, selanjutnya dilakukan pengaturan dan pengacakan berdasarkan perlakuan yang diujikan. Perlakuan penambahan pupuk kandang (kotoran ayam petelur) dalam media sapih yang diuji terdiri dari 5 taraf, yaitu: M0 (kontrol, tanpa penambahan pupuk  PROSIDING SEMINAR NASIONAL SILVIKULTUR KE  –  VI “Penerapan Silvikultur untuk Pengelolaan Hutan dan Pengentasan Kemiskinan”   401 | kandang); M1 (penambahan 10% (v/v) pupuk kandang pada media sapih); M2 (penambahan 20% (v/v) pupuk kandang pada media sapih) ; M3 (penambahan 30% (v/v) pupuk kandang pada media sapih) dan M4 (penambahan 40% (v/v) pupuk kandang pada media sapih). Rancangan perlakuan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dalam 3 blok dengan jumlah treeplot sebanyak 15 tanaman. Parameter pertumbuhan yang diukur adalah tinggi dan jumlah daun yang diukur secara periodik setiap 3 bulan dan dilakukan sebanyak 3 kali. Analisis data menggunakan analisis varian dan untuk parameter yang menunjukkan perbedaan nyata dilakukan uji lanjut dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT). HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis sidik ragam (Tabel 1) menunjukkan bahwa perlakuan penambahan pupuk kandang terhadap media sapih berpengaruh nyata pada tinggi bibit rotan jernang, tetapi tidak berbeda nyata terhadap pertambahan jumlah daun. Secara umum, pertumbuhan bibit rotan jernang terlihat sangat signifikan seiring dengan waktu pegukuran yang dilakukan. Rekapitulasi pertambahan tinggi dan jumlah daun rotan jernang terhadap pertumbuhan tinggi dan pertambahan jumlah daun bibit rotan jernang selengkapnya disajikan pada Tabel 2. Tabel 1. Analisis keragaman paremeter tinggi dan jumlah daun bibit rotan jernang pada perlakuan panambahan pupuk kandang dan waktu pengukuran Sumber Keragaman Tinggi Bibit Jumlah Daun KT F hitung  KT F hitung  Pengukuran (Waktu pengamatan) 3.136,52 10,50 153,34 538,52 7.162,78 254,94** 0,44 ns  1,62 ns  11,37** 174,87 0,58 0,83 1,97 163,78 340,08** 1,13 ns  0,40 ns  1,92 ns   Keterangan: ns = tidak nyata   * = nyata   pada taraf 5 % bedasarkan Uji Jarak Berganda Duncan   ** = sangat nyata   pada taraf 1 % bedasarkan Uji Jarak Berganda Duncan    PROSIDING SEMINAR NASIONAL SILVIKULTUR KE  –  VI “Penerapan Silvikultur untuk Pengelolaan Hutan dan Pengentasan Kemiskinan”   402 | Tabel 2. Pertambahan tinggi dan jumlah daun bibit rotan jernang pada perlakuan panambahan pupuk kandang dan waktu pengukuran No Perlakuan Pertumbuhan tinggi (cm/3 bulan) 1)  Pertambahan Jumlah Daun (Helai/3 bulan) 1)   A. Waktu Pengukuran   1 Pengukuran I (3 bulan) 4,31 c 2,02 a 2 Pengukuran II (6 bulan) 11,80 a 1,89 b 3 Pengukuran III (9 bulan) 9,85 b 0,86 c B. Penambahan Pupuk Kandang  2)  1 M0 5,91 a 1,49 2 M1 7,37 b 1,59 3 M2 9,04 c 1,59 4 M3 9,15 cd 1,63 5 M4 9,27 d 1,62 Keterangan : 1)   Nilai pada tiap baris yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda nyata pada taraf 5% bedasarkan Uji Jarak Berganda Duncan 2) M0 (kontrol, tanpa penambahan pupuk kandang); M1 (penambahan 10% (v/v) pupuk kandang pada media sapih); M2 (penambahan 20% (v/v) pupuk kandang pada media sapih) ; M3 (penambahan 30% (v/v) pupuk kandang pada media sapih) dan M4 (penambahan 40% (v/v) pupuk kandang pada media sapih) Tren respon peningkatan pertumbuhan tinggi bibit rotan jernang terlihat lambat pada periode awal dan meningkat secara signifikan pada periode kedua (3-6 bulan setelah sapih), kemudian responnya semakin berkurang sejalan dengan pertambahan umur bibit. Rendahnya pertumbuhan bibit rotan jernang pada periode awal diduga terkait dengan kemampuan adaptabilitas kecambah pasca penyapihan yang termasuk rendah. Kecambah yang disapih baru memiliki calon batang yang berbentuk seperti  jarum dan belum memiliki daun (Gambar 1). Berdasarkan pengamatan, waktu yang dibutuhkan untuk pecah (membentuk) daun pertama saja relatif lama (bisa mencapai satu bulan) dan ukuran daun yang terbentuk pun masih kecil. Dengan kondisi seperti itu, diduga proses fotosintesis yang mampu dilakukan oleh bibit rotan jernang masih sangat terbatas, walaupun ketersediaan unsur hara yang dapat dijadikan sebagai bahan baku proses fotosintesis cukup tersedia. Masih rendahnya fotosintat yang dihasilkan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit. Pada Tabel 2 juga terlihat  PROSIDING SEMINAR NASIONAL SILVIKULTUR KE  –  VI “Penerapan Silvikultur untuk Pengelolaan Hutan dan Pengentasan Kemiskinan”   403 | bahwa pertumbuhan tinggi bibit rotan jernang meningkat seiring dengan peningkatan penambahan pupuk kandang yang diberikan, terutama pada perlakuan 20 %. Gambar 1. Kecambah rotan jernang siap sapih Pengaruh peningkatan pertumbuhan tanaman tidak lepas dari peran pupuk kandang dalam menyediakan unsur hara yng dibutuhkan oleh tanaman. Berdasarkan analisis yang dilakukan beberapa ahli (Tabel 3), secara umum kandungan pupuk kandang ayam adalah 1,5% N 2 , 1,3% P 2 O 5 , 0,8 K 2 O, dan 4,0 CaO. Tabel 3. Kandungan unsur hara pada beberapa pupuk kandang No Kandungan / Parameter (%) Jenis Pupuk Ayam Kambing Sapi 1 Kadar air 57 64 80 2 Bahan Organik 29 31 16 3 N 1,5 0,7 0,3 4 P 2 O 5  1,3 0,4 0,2 5 K 2 O 0,8 0,25 0,15 6 CaO 4 0,4 0,2 7 C/N rasio 9-11 20-25 20-25 Sumber: Lingga (2001) Penambahan unsur hara (N, P dan K) dalam jumlah besar akan menyebabkan pembentukan sel secara cepat, tentunya hasil fotosintesis yang juga semakin besar sehingga hasil fotosintesis yang ditranslokasikan ke seluruh bagian tanaman semakin banyak (Jumin, 2002). Sejalan dengan hal tersebut, Lingga dan Marsono (1994) juga menyatakan bahwa unsur nitrogen diperlukan oleh tanaman untuk merangsang pertumbuhan secara keseluruhan khususnya batang dan membantu pembentukan klorofil yang berguna dalam proses fotosintesis. Makin tinggi nitrogen yang tersedia
Recommended
View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x