Arhatya Marsasina 22010112120008 Lap.kti Bab2

of 20
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Information Report
Category:

Documents

Published:

Views: 4 | Pages: 20

Extension: PDF | Download: 0

Share
Description
.
Tags
Transcript
  7 BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1.Depresi2.1.1.Definisi Gangguan depresif adalah gangguan psikiatri yang menonjolkan mood sebagai masalahnya, dengan berbagai gambaran klinis yakni gangguan episode depresif, gangguan distimik, gangguan depresif mayor dan gangguan depresif unipolar serta bipolar. 8 Gangguan depresif merupakan gangguan medik serius menyangkut kerja otak, bukan sekedar perasaan murung atau sedih dalam beberapa hari. Gangguan ini menetap selama beberapa waktu dan mengganggu fungsi keseharian seseorang. 8 Gangguan depresif masuk dalam kategori gangguan mood  , merupakan periode terganggunya aktivitas sehari-hari, yang ditandai dengan suasana perasaan murung dan gejala lainnya termasuk perubahan pola tidur dan makan, perubahan  berat badan, gangguan konsentrasi, anhedonia (kehilangan minat apapun), lelah,  perasaan putus asa dan tak berdaya serta pikiran bunuh diri. Jika gangguan depresif berjalan dalam waktu yang panjang (distimia) maka orang tersebut dikesankan sebagai pemurung, pemalas, menarik diri dari pergaulan, karena ia kehilangan minat hampir disemua aspek kehidupannya. 8  8 2.1.2.Epidemiologi Prevalensi penderita depresi di Indonesia diperkirakan 2,5 -9 juta dari 210 juta jiwa penduduk. 9 Pada saat setelah pubertas resiko untuk depresi meningkat 2-4 kali lipat,dengan20% insiden pada usia 18 tahun. Perbandingan gender saat anak-anak 1:1, denga peningkatan resiko depresi pada wanita setelah pubertas, sehingga perbandingan pria danwanita menjadi 1:2. Hal ini berhubungan dengan tingkat kecemasan pada wanita tinggi,perubahan estradiol dan testosteron saat  pubertas, atau persoalan sosial budaya yangberhubungan dengan perkembangan kedewasaan pada wanita. 10 Depresi sering terjadi padawanita dengan usia25-44 tahun, dan  puncaknya pada masa hamil. Faktor sosial sepertistres dari masalah keluarga dan  pekerjaan. Hal ini disebabkan karena harapan hidup padawanita lebih tinggi, kematian pasangan mungkin juga menyebabkan angka yang tinggiuntuk wanita tua mengalami depresi. 10 Penilaian gejala depresi seperti perasaan sedih atau kekecewaan yang kuat dan terusmenerus yang mempengaruhi aktivitas normal, menunjukan prevalensi seumur hidupsebanyak 9-20%.(3) Pada kriteria lain yang digunakan pada depresi  berat, prevalensi depresi3% untuk pria dan 4-9% untuk wanita. Resiko seumur hidup 8-12% untuk pria dan 20-28%untuk wanita. Sekitar 12-20% pada orang yang mengalami episode akut berkembangmenjadi sindrom depresi kronis, dan diatas 15% pasien yang mengalami depresi lebih dari1 bulan dapat melakukan  bunuh diri. 10  9 2.1.3.Etiologi Depresi disebabkan oleh kombinasi banyak faktor. Adapun faktor biologis,faktor bawaan atau keturunan, faktor yang berhubungan dengan perkembanganseperti kehilangan orang tua sejak kecil, faktor psikososial, dan faktor lingkungan,yang menjadi satu kesatuan mengakibatkan depresi. 11 1) Faktor biologis Faktor biologis yang dapat menyebabkan terjadinya depresi dapat dibagi menjadi dua hal yaitu disregulasi biogenik amin dan disregulasi neuroendokrin. Abnormalitas metabolit biogenik amin yang sering dijumpai pada depresi yaitu 5 hydroxy indoleacetic acid  (5HIAA), homovalinic acid  (HVA), 3-methoxy 4-hydrophenylglycol (MHPG), sebagian besar penelitianmelaporkan bahwa penderita gangguan depresi menunjukkan berbagai macam abnormalitas metabolik biogenikamin pada darah, urin dan cairan serebrospinal. Keadaan tersebut endukung hipotesis ganggua depresi berhubungan dengan disregulasi biogenikamin. Dari biogenik amin, serotonin dan norepinefrin merupakan neurotransmiter yang paling berperan dalam  patofisiologi depresi. 12 Penurunan regulasi reseptor beta adrenergicdan respon klinik antidepresan mungkin merupakan peran langsungsistem noradrenergik dalam depresi. Bukti lain yang juga melibatkanreseptor  beta2-presinaptikpada depresi, telah mengaktifkan reseptoryang  10mengakibatkan pengurangan jumlah pelepasan norepinephrin.Reseptor beta2-presinaptik juga terletak pada neuron serotonergik danmengatur jumlah pelepasan serotonin. 13 Serotonin ( 5-hydroxytryptamine [5-HT]) neurotransmittersistem menunjukanketerlibatandalam patofisiologi gangguan afektif,dan obat-obatan yang meningkatkan aktifitas serotonergik pada umumnya memberi efek antidepresan pada pasien . Selain itu ,5 -HT dan / atau metabolitnya,5-HIAA,ditemukan rendah pada urin dan cairan serebrospinal pasien dengan penyakit afektif. 14 Hal ini juga dibuktikan terdapat kadar 5-HT yang rendah pada otakkorban bunuh diri dibandingkan dengan kontrol. Selain itu , ada beberapa bukti bahwa terdapat penurunan metabolit serotonin, 5 –hydroxyindoleacetic acid  (5-HIAA) dan peningkatan jumlah reseptor serotnin postsinaptik  5-hydroxytryptaminetype 2 (5HT2) di korteks prefrontalpada kelompok  bunuhdiri. 14-15 Aktivitas dopamin mungkin berkurang padadepresi. Penemuan subtipe baru reseptor dopamin dan meningkatnyapengertian fungsi regulasi presinaptik dan pascasinaptik dopaminmemperkaya antara dopamin dan gangguan mood. Dua teori terbarutentang dopamin dan depresi adalah jalur dopamin mesolimbic mungkin mengalami disfungsi pada depresi dan reseptor dopamin D1mungkin hipoaktif  pada depresi. 13
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks