Dampak Humanisme dalam Islam bagi Ukhuwah (Persaudaraan)

Please download to get full document.

View again

of 25
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Similar Documents
Information Report
Category:

Presentations & Public Speaking

Published:

Views: 2 | Pages: 25

Extension: PDF | Download: 0

Share
Description
Islam merupakan agama yang humanis. Hal tersebut sesuai dengan tiga tipologi persaudaraan(ukhuwah) di dalam Islam yaitu ukhuwah insaniyah, ukhuwah islamiyah, dan ukhuwah wathoniyah.
Tags
Transcript
   Dampak Humanisme dalam Islam bagi Ukhuwah A. Pendahuluan Konflik yang terjadi di masyarakat karena kesalahpahaman antara manusia dengan manusia lainnya atau kelompok dengan kelompok lainnya. Apalagi hal ini rentan terjadi di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang disebabkan oleh banyaknya suku, ras, agama, dan budaya. Untuk menyikapinya perlu pemahaman dan implementasi tentang humanisme. Sebagaimana hal tersebut telah ada di dalam Pancasila sila kedua “Kemanusian yang Adil dan Beradab”. Humanisme merupakan rasa simpati antara manusia dengan manusia lainnya atau kelompok dengan kelompok lainnya. Hal ini telah dilakukan oleh Islam dengan ketentuan yang jelas untuk melindungi manusia dan masyarakat, bahkan untuk mengatur hubungan antar bangsa. Praktek humanisme ini telah dilaksanakan oleh Nabi Muhammad Saw. Dimana perjanjian, Piagam Madinah, yang diadakan olehnya ketika  beliau sampai di madinah dengan 12 suku arab dan 10 suku Yahudi. Perjanjian itu dianggap sebagai konstitutsi tertulis di dunia. Di dalam konstitusi tersebut memuat secara keseluruhan persaudaraan manusia dan  persaudaraan Islam. 1  Maka itu penulis menulis makalah dengan judul “Dampak  Humanisme dalam Islam bagi Persaudaraan (ukhuwah)”. Penulis mengambil judul tersebut dengan maksud bahwa dengan humanisme manusia akan menjadi dewasa dengan perbedaan pandangan yang ada di masyarakat. 1  Marcel A Boisard, Humanisme dalam Islam , (Jakarta:Bulan Bintang:1980), h.165  B Humanisme di Dalam Islam Islam merupakan agama sempurna. Legitimasi tersebut disebabkan oleh firman Allah SWT di dalam alquran:    ُْَْَأَو   ْُَِد   ْُَ   ُْَْَأ   َمْَْاُِَرَو   ِَْِ   ْُْَۚ    ِد   َمَْِْا   ُُَ  Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu  jadi agama bagimu. [QS:Al-Maidah:3] Abdullah bin Abbas RA memberi cacatan-catatan pada ayat tersebut. Cacatan-catatan tersebut diantaranya ialah Islam sebagai agama yang sempurna. Allah telah memberi amanat kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya untuk meneguhkan pendirian atas agamanya karenanya iman mereka sempurna. Kemudian umatnya tidak perlu untuk menambahkan dan mengurangi atas ajaran yang ada di dalamnya karena Allah sudah memberikan kenikmatan-kenikmatan pada Islam. Sungguh Islam merupakan agama yang Allah ridhoi dan Ia tidak akan murka kepada  pemeluknya. 2   Namun, kesempurnaan agama Islam tidak menjadikan pemeluknya untuk memaksa, menjustifikasi dan menghakimi agama lain. Hal tersebut menjadikan Islam menjadi agama yang humanis. Sebagaimana dua firman Allah disebutkan di dalam alquran: 2  Abd Illah al- a’rfaj, Mafhum al- Bid’ah , (Oman: Dar al-Fathi:2009), 35     ا   َّََ   ْَ   ۖ   ِِ  ا   ِف   َهاَْِإ   َ   ِ  َْا   َِ   ُْش Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah  jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat  .[QS:Al-Baqarah:256] ِِد   َِَو   ْُُِد   ْُَ “  Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku ". [QS:Al-Kafirun:6) Melalui kedua ayat ini mencerminkan bahwa Islam yaitu agama kedamaian, kesantunan, dan kemanusiaan. Disinilah hubungan Islam dengan humanisme sangat erat sekali. Humanisme berasal dari bahasa Inggris yaitu human yang berarti manusia. Adapun humanisme di dalam  bahasa Arab yaitu al-insaniyah . Humanisme secara bahasa yaitu paham tentang kemanusiaan. Sedangkan humanisme secara etimologi yaitu ciri khas manusia yang berbeda dengan mahluk lainnya yaitu berakhlak mulia dan mengedepankan kelembutan di dalam interaksi antara mereka. 3  Sementara Harold R Rafton menyatakan bahwa humanisme erat kaitannya dengan komitmen memilih jalan dengan sudut pandang yang objektif, mengedepankan ilmu pengetahuan yang modern, rasionalitas, dan kemanusiaan 4  Bagi Edward W Said, humanisme setidaknya seringkali mengakomodir kritik oposisi. Hal itulah yang menginginkan humanisme diterima di banyak tempat, aliran dan kondisi yang berbeda. Ia menambahkan bahwa humanisme sendiri memiliki dua wajah. Pertama, 3   Yusuf Muhammad Baqa’I, Qaamus al-Thulab , (Lebanon: Dar al-Fikr:2006), h. 92 4  Harold R Rafton, Humanism, The Scientific Monthly  , (Vol 64, No 1, 1947), h. 90  sesuatu yang dipandang sebagai keluasan belajar termasuk untuk mengasah kecerdasan. Kedua, semacam sikap sentimental berupa  penolakan terhadap kesalehan jati diri(etika) sebagai manusia. 5  Melalui definisi-definisi di atas maka bisa diambil kesimpulan  bahwa humanisme merupakan cara pandang manusia secara objektif untuk memperlakukan manusia lainnya dengan cara yang santun, bijak, dan  penuh dengan idealitas dan identitas kemanusiaan pada umumnya. Sehingga pada akhirnya akan tercipta kerukunan, kedamaian, dan ketentraman di dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah merupakan sosok yang humanis. Karena beliau menafikan rasisme dan fasisme. Seperti kisah, Abu Dzar r.a, seorang  berbangsa Arab dari suku Ghiffar, pernah berselisih paham dengan Bilal al-Habasyi, budak hitam (Negro) yang dimerdekakan oleh Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a, dan menjadi majikannya. Abu Dzar dan Bilal adalah dua sahabat beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Perselisihan itu  berkembang sedemikian rupa hingga Abu Dzar marah sekali dan berkata kepada Bilal, “Hai anak Si Hitam!  Kemudian Bilal mengadukan ucapan Abu Dzar itu kepada Nabi SAW. maka beliau menegur Abu Dzar. Beliau berkata kepada Abu Dzar, Apakah engkau mengejeknya dengan kehitaman ibunya? Sungguh engkau masih memiliki sifat jahiliyah.”   5  W.J.T Mitchell, Secular Devination: Edward Said’s Humanism  , vol 31, no.2 (Chicago:Critical Inquiry:2005), h.42   Abu Dzar r.a mengira sifat jahiliyah sebagai penyimpangan akhlak dan syahwat yang hanya diperbuat oleh anak-anak muda, bertanya, “Apakah saat aku tua begini masih bersikap Jahiliyah, Wahai Rasulullah?”   Rasulullah SAW. kemudian menjawab, “Ya, mereka adalah saudara- saudaramu.” Mendengar itu Abu Dzar menyesal dan bertobat sampai ia menyuruh Bilal untuk menginjak mukanya karena berlebihan dalam penyesalannya (H.R Bukhari, Muslim, dan imam-imam hadis lainnya). Kisah tersebut mencerminkan bahwa Rasulullah merupakan sosok  bijak dalam memberikan solusi dalam hal kemanusiaan. Kemanusiaan  berkaitan dengan hak asasi manusia. Dimana manusia mempunyai hak yang sama dalam hidup. Hidup tanpa relasi kemanusian maka kedamaian dan ketentraman tidak akan menjadi kenyataan. Malahan sesama manusia akan menjadi homo homini lupus . Pada suatu hari, ‘Adi bin Hatim, sebelum ia masuk Islam, datang ke Madinah dan menghadiri Majelisnya Rasulullah SAW. Saat itu Rasulullah SAW yang dikelilingi oleh para sahabat yang baru saja pulang dari sebuah peperangan dan mereka masih menggunakan baju besi. ‘Adi tegetar melihat penghormatan dan pengagunggan para sahabat Nabi kepada Nabi Mereka. Tiba-tiba datang kepada Nabi Muhammad SAW. seorang wanita miskin dari kalangan hamba sahaya Madinah. Wanita itu  berkata kepada Nabi SAW., “Wahai  Rasulullah, aku ingin menceritakan suatu rahasia kepada engkau." Kemudian beliau bangkit bersama wanita itu dan berdiri lama sekali mendengar ceritanya. Setelah itu, beliau kembali ke majelis. Ketika
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x