E-LEARNING: MEDIA PEMBELAJARAN DI ERA REVOLUSI 4.0

Please download to get full document.

View again

of 20
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Similar Documents
Information Report
Category:

Crafts

Published:

Views: 2 | Pages: 20

Extension: PDF | Download: 0

Share
Description
ABSTRAK Era revolusi 4.0 memiliki dampak besar bagi perkembangan di berbagai sektor bidang di Indonesia, tak terkecuali dibidang pendidikan. Didalam era revolusi inipun hampir semua kegiatan pembelajaran dilakukan secara digital. Namun guru sebagai
Tags
Transcript
  E-LEARNING: MEDIA PEMBELAJARAN DI ERA REVOLUSI 4.0 Maulydiah Hd. S, Oktaviyani R.P, Rokhimatul Mhutia, Sofia M dan Yuni VerawatiUniversitas Bengkulu2019 ABSTRAK   Era revolusi 4.0 memiliki dampak besar bagi perkembangan di berbagai sektor bidang di Indonesia, tak terkecuali dibidang pendidikan. Didalam erarevolusi inipun hampir semua kegiatan pembelajaran dilakukan secara digital. Namun guru sebagai tenaga pendidik masih kurang memanfaatkan adanya teknologidigital yang ada. Masih banyak tenaga pendidik yang kurang memahami sarana dan prasarana secara maksimal. Didalam dunia pembelajaran hal yang amat penting dalam menunjang pembelajaran agar lebih baik adalah media pembelajaran. Dimana di era revolusi saat ini media pembelajaran yang dikembangkan adalahmedia pembelajaran yang berbasis IT. Media pembelajaran berbasis IT dapat dikategorikan sebagai teknologi komputer, multimedia, telekomunikasi dan teknologi jaringan. E-learning merupakan salah satu media pembelajaran yang memenuhikategori itu. E-learning adalah salah satu media pemebelajaran yang memanfaatkanteknologi informasi dalam proses belajar mengajar.  Kata kunci   :  Media Pembelajaran, E-Learning, Revolusi 4.0 BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orangsepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antaraseseorang dengan lingkungannya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan sajadan dimana saja. Salah satu pertanda bahwa seseorang itu telah belajar adalahadanya perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang mungkin disebabkan olehterjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, ketrampilan, atau  sikapnya(Arsyad, 2016). Meskipun materi pelajaran yang diberikan menarik siswa atau situasi lingkungan sangat mendukung, semuanya bisa saja menemuikegagalan apabila cara penyampaian materi pelajaran tersebut tidak menarik.Banyak cara penyampaian materi pelajaran agar dapat diserap dan diingat baik oleh siswa. Salah satunya yang sangat efektif ialah pemakaian alat bantu atauyang kita kenal dengan media pembelajaran. Pada mulanya media pembelajaranhanyalah dianggap sebagai alat untuk membantu pembelajar dalam kegiatanmengajar   (teaching aids).  Alat bantu mengajar yang selanjutnya digunakan adalahalat bantu visual seperti gambar, model, grafis atau benda nyata lain. Alat-alat bantu itu dimaksudkan untuk memberikan pengalaman lebih konkret, memotivasiserta mempertinggi daya serap dan daya ingat pebelajar dalam belajar.Peranan media yang semakin meningkat sering menimbulkan kekhawatiran bagi pembelajar. Hal ini mungkin karena waktu yang ada telah banyak tersita untuk tugas menyajikan materi pelajaran. Kondisi semacam ini akan terus terjadi selama pembelajar masih menganggap bahwa dirinya merupakan sumber belajar utama bagi pebelajar. Padahal, jika pembelajar bisa memanfaatkan berbagai media belajar secara baik, maka pembelajar dapat berbagi peran dengan media.Percayakanlah sebagian peran kita kepada media pembelajaran. Dengan begitu, peran pembelajar akan lebih mengarah sebagai manajer pembelajaran.Tanggungjawab utama manajer pembelajaran adalah menciptakan kondisisedemikian rupa agar pembelajar dapat belajar. Proses kegiatan akan terjadi jika pembelajar dapat berinteraksi dengan berbagai sumber belajar. Untuk itu pembelajar bisa lebih banyak menggunakan waktunya untuk menjalankanfungsinya sebagai penasehat, pembimbing, motivator dan fasilitator dalamkegiatan belajar(Falahudin, 2014).Perkembangan pendidikan di dunia tidak lepas dari adanya perkembangan darirevolusi industri yang terjadi di dunia, karena secara tidak langsung perubahantatanan ekonomi turut merubah tatanan pendidikan di suatu negara. Revolusiindustri dimulai dari 1) Revolusi Industri 1.0 terjadi pada abad ke 18 melalui penemuan mesin uap, sehingga memungkinkan barang dapat diproduksi secara  masal, 2) Revolusi Industri 2.0 terjadi pada abad ke 19-20 melalui penggunaanlistrik yang membuat biaya produksi menjadi murah, 3) Revolusi Industri 3.0terjadi pada sekitar tahun 1970-an melalui penggunaan komputerisasi, dan 4)Revolusi Industri 4.0 sendiri terjadi pada sekitar tahun 2010an melalui rekayasaintelegensia dan internet of thing sebagai tulang punggung pergerakan dankonektivitas manusia dan mesin(Prasetyo & Trisyanti, 2019). Gambar 1 Perkembangan Revolusi Industri Ciri ciri Era Revolusi industri 4.0 adalah pertama  robot outomation  yaitu artinya proses produksi tidak lagi mengandalkan massa (jumlah manusia) namundigantikan dengan sistem robot. Hal ini dikarenakan dengan sistem robot dapatlebih bekerja efektif dan efisien dibandingan jika diakukan oleh manusia. Cirikedua adalah 3D printer yang memungkin mencetak tidak lagi hanya untuk object2D namun sekarang rumah pun sudah dapat dicetak menggunakan mesin 3D printer. Ciri ketiga adalah internet  of thing   yaitu kecepatan yang dikendalikanoleh internet. Saat ini semua pekerjaan hampir semua terhubung dengna koneksiinternet. Ciri ke empat adalah  big   data. Pernahkah kita disodori oleh iklanmengenai barang barang kesukaan kita? Bagaimana sistem itu tahu karenaterdapat sebuah data yang mengkoleksi informasi kita(Risdianto, 2019). Untuk itu,dengan perkembangan zaman yang telah sampai pada era 4.0 ini bukan hanya disektor teknologi saja yang terus meningkat tetapi di sektor pendidikan perluadanya inovasi yaitu pengembangan media pembelajaran yang sesuai denganzaman sekarang sehingga pendidikan terus mengikuti perkembangan zaman erarevolusi 4.0.  Secara umum makna media adalah apa saja yang dapat menyalurkan informasidari sumber Informasi ke penerima informasi. Jadi media pembelajaranmerupakan “perangkat lunak” (Software) yang berupa pesan atau informasi pendidikan yang disajikan dengan memakai suatu peralatan bantu (Hardware)agar pesan/informasi tersebut dapat sampai kepada mahasiswa. Di sini jelas bahwa media berbeda dengan peralatan tetapi keduanya merupakan unsur-unsur yang saling terkait satu sama lain dalam usaha menyampaikan pesan/informasi pendidikan kepada mahasiswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa (a)media merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurnya inginditeruskan kepada sasaran atau penerima pesan tersebut, dan (b) bahwa materiyang ingin disampaikan adalah pesan pembelajaran, dan bahwa tujuan yang ingindicapai adalah terjadinya proses belajar(Muhson, 2010).Dalam usaha untuk memanfaatkan media sebagai alat bantu mengajar Edgar Dale(1969) dalam bukunya “Audio visual methods in teaching” Edgar Dale membuatklasifikasi menurut tingkat dari yang paling konkret ke yang paling abstrak. Gambar 2 Kerucut Pengalaman Edgar Dale  Klasifikasi tersebut kemudian dikenal dengan nama “kerucut pengalaman” dariEdgar Dale dan pada saat itu dianut secara luas dalam menentukan alat bantuyang paling sesuai untuk pengalaman belajar(Nurseto, 2012). Tingkat keabstrakan pesan akan semakin tinggi ketika pesan itu dituangkan ke dalam lambang-lambang seperti bagan, grafik, atau kata. Jika pesan terkandung dalam lambang-lambang seperti itu, indra yang dilibatkan untuk menafsirkan semkin terbatasyakni indra penglihatan atau pendengaran. Meskipun tingkat partisipasi fisik  berkurang, keterlibatan imajinatif semakin bertambah dan berkembang.Sesungguhnya, pengalamn konkret dan pengalaman abstrak dialami silih berganti,hasil belajar dari pengalaman langsung mengubah dan memperluas jangkauanabstraksi seseorang, dan sebaliknya, kemampuan interpretasi lambang katamembantu seseorang untuk memahami pengalaman yang dialaminya terlibatlangsung.Melihat hal diatas, Media pembelajaran terkini melibatkan kecanggihan teknologiinformasi dan komunikasi (TIK). Guru tidak bisa mengabaikan perkembangan jaman ini. Justru kreativitas dan inovasi diharapkan terus muncul. Media berbasisTIK menawarkan kelebihan-kelebihan yang mampu mengatasi beberapa persoalan pembelajaran seperti minimnya jam pertemuan, keterbatasan sumber materi tercetak dan mampu mengatasi jarak yang jauh. Maka dengan itu untuk mengatasi permasalahan yang mungkin akan muncul dalam proses pembelajaranyang menggunakan teknologi informasi komunikasi dapat dikenal dengan istilah  E-learning  . Gambar 3 E-Learning
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x