Hukum kegiatan ruang angkasa

Please download to get full document.

View again

of 3
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Similar Documents
Information Report
Category:

Internet & Technology

Published:

Views: 0 | Pages: 3

Extension: PDF | Download: 0

Share
Description
Hukum kegiatan ruang angkasa
Tags
Transcript
  HUKUM KEGIATAN DI RUANG ANGKASA MENURUT HUKUM INTERNASIONALVivian Dhiaulhaq Suatu negara memiliki kedaulatan penuh atas wilayah ruang udaranya, namun kedaulatantersebut tidak berlaku terhadap wilayah ruang angkasa. Prinsip-prinsip yang berlaku untuk ruangangkasa terjabarkan dalam space treaty 1967. Prinsip non-appropriation atau prinsip non-kepemilikan adalah prinsip yang menyatakan bahwa ruang angkasa beserta benda-benda langitmerupakan milik Bersama, tidak diklaim atau diletakkan dibawah kedaulatan suatu negara.Kemudian prinsip bebas untuk melakukan penelitian dan eksploitasi didalamnya. Bermulakan pada peluncuran satelit buatan Uni Soviet yang bernama sputnik pada tahun 1957. Sejak saat itu,ruang angkasa yang hampa mulai diisi dengan berates benda satelit dan benda angkasa lainnya.[ CITATION Teu011 \l 1033 ] Pada awalnya hanya ada dua negara adidaya yang melakukankegiatan ini. Namun, seiring berjalannya waktu negara lain juga melakukan ekplorasi di ruangangkasa. Untuk mengatur semua kegiatan ruang angkasa tersebut maka dibentuklah treaty on principle governing the activities of state in the exploration and uses outer space, including themoon and other celestial bodies yang kemudian selanjutnya disebut dengan outer space treaty yang disingkat OTS. Inilah yang menjadi dasar kegiatan yang dilakukan di ruang angkasa. Setelah meluncurnya satelit sputnik milik Uni Soviet pada tahun 1957 meluaslah istilahtentang hukum ruang angkasa, yakni air and space law, Lucht en Ruimte Recht (hukumangkasa). Ada pula yang menggunakan istilah  Aerospace Law.[ CITATION Pri89 \l 1033 ] .Penggunaan nama hukum antariksa dianggap kuang tepat karena dianggap belum jelas mengenaitentang apa itu antariksa maka digunakanlah nama hukum ruang angkasa. Dalam ilmu hukumdipakailah istilah hukum angkasa,  Aerospace Law (USA),  Air and Space Law (Canada),  Lucht en Ruimte Recht (Belanda) dan  Luft und Weltraumrecht (Jerman). Hukum-hukum tersebutdidalamnya mencakup dua bidang yaitu hukum udara yang mengatur tentang penerbangan diwilayah udara dan hukum angkasa yang mengatur ruang hampa udara. Di Indonesia hukumtersebut biasa disebut dengan istilah Dirgantara. Hukum yang mengatur sebagian dari wilayahDirgantara dinamakan  space Law atau hukum ruang angkasa. [ CITATION Pri06 \l 1033 ].Hukum ruang angkasa adalah hukum yang ditunjukan untuk mengatur hubunga antar negarauntuk menentukan hak-hak dan kewajiban yang timbul dari segala aktivitas yang tertuju pada  ruang angkasa dan demi seluruh umat manusia untuk memberi perlindungan terhadap terrestrialdan non terrestrial, dimanapun aktivitas itu dilakukan. [ CITATION Teu011 \l 1033 ]Pada tanggal 13 desember 1958 PBB membentuk The United Nations Office for Outer Space Affairs, untuk mendorong perkembangan progrsif hukum internasional. Ada limainstrument hukum ruang angkasa. Pertama, treaty on principle governing the activities of state inthe exploration and uses outer space, including the moon and other celestial bodies yangkemudian disebut sebgai Treaty Space 1967; kedua, perjanjian tentang penyelamatan paraastronot, pengembalian objek yang diluncurkan ke ruang angkasa (Agreement on Rescue Astrounot and the Return of Astrounot and the return of Objects Launching into Outer Space(Astrounout Agreement 1968); ketiga, konvensi tentang tanggung jawab internasional bagikerugian yang disebabkan oleh objek angkasa (convention on international liability for damagecaused by space object 1972) ; keempat, konvensi tentang pendaftaran objek-objek yangdiluncurkan ke ruang angkasa (convention on registration of object launched into outer space selanjutnya disebut registration convention 1974);  dan kelima, perjanjian yang mengatur aktivitas negara-negara di bulan dan benda-benda langit lainnya (agreement governing theactivities as states on moon and other celestial bodies 1979). Other space treaty  dapat dikatakansebgai landasan hukum yang mengatur prinsip-prinsip dasar dalam upaya eksplorasi daneksploitasi ruang angkasa untuk maksud dan tujuan damai. Sedangkan empat perjanjian lainnyamerupakan penjabaran dari prinsip yang terdapat dalam Outer Space Treaty . Setiap segalakegiatan yang dilakukan di ruang angkasa hendaknya memenuhi hukum ruang angkasa antaralain yaitu; larangan pemilikan nasional atas ruang angkasa dan benda-benda ruang angkasa, hak-hak yang sama bagi semua negara untuk secara bebass memanfaatkan ruang angkasa, kebebasanmelakukan penelitian ilmianh di ruang angkasa dan melindungi hak-hak berdaulat negara atasobjek-objek yang diluncurkan oleh mereka. Perjanjian internasional dan hukum internasional keduanya menjadi aspek penting dalam pengembangan ruang angkasa kedepannya. Agar tidak terjadi kejahatan ataupun konflik yangakan terjadi nantinya di ruang angkasa. Maka salah satu cara untuk mencegahnya yaitu dengandibuatnya hukum internasional ruang angkasa. Diharapkan anak-anak penerus generasi diamasamendatang mampu untuk mengeksplorasi juga mengeksploitasi ruang angkasa untuk kemajuan bangsa dan umat manusia dimasa depan.  REFERENSI Abdurrasyid , P. (1989). Hukum Antariksa Nasional Penempatan Urgensinya di Indonesia. 5.Abdurrasyid, P. (2006). Kebutuhan Perangkat Hukum Nasional dan Internasional Dalam Rangka Penataan Dirgantara Nasional.  Jurnal Hukum Internasional, Vol. 3 No. 2 , 162.Rudy, T. M. (2001). Hukum Internasional 2.  Bandung: Refka Aditama.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x