Laporan Praktikum Genetika Monohibrid Dan Dihibrid

of 7
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Information Report
Category:

Documents

Published:

Views: 7 | Pages: 7

Extension: DOCX | Download: 0

Share
Description
Dalam hukum Mendel I peristiwa pemisahan gen terlihat ketika pembetukan gamet individu yang memiliki genotip heterozigot, sehingga tiap gamet mengandung salah satu alel tersebut. Dalam hukum Mendel II pembuktian hukum ini dipakai pada dihibrid atau polihibrid, yaitu persilangan dari 2 individu yang memiliki satu ataulebih karakter yang berbeda
Tags
Transcript
  LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA MONOHIBRID DAN DIHIBRID Oleh : Indriyani A.   Latar Belakang Dalam hukum Mendel I yang dikenal dengan The Law of Segretation of Allelic Genes atau  Hukum Pemisahan Gen yang Sealel dinyatakan bahwa dalam pembentukan gamet, pasangan alel akan memisah secara bebas. Dalam hukum Mendel II atau dikenal dengan The Law of Independent assortmen of genes atau  Hukum Pengelompokan Gen Secara Bebas dinyatakan  bahwa selama pembentukan gamet, gen-gen sealel akan memisah secara  bebas dan mengelompok dengan gen lain yang bukan alelnya. Perbandingan fenotip yang ditemukan dalam persilangan monohybrid maupun dihibrid tidak sepenuhnya merupakan perbandingan yang pasti. Dalam kejadian nyata terdapat penyimpangan atau deviasi. Perbandingan hasil  persilangan di dalam kenyataan berbeda atau memiliki selisih dengan  perhitungan. Maka dari itu perlu diadakan evaluasi. Cara evaluasi tersebut adalah dengan mengadakan Chi-square test   ( χ   2 ) (Suryo, 1990). B.   Tujuan Praktikum ini dilakukan untuk memahami persilangan dan penurunan sifat berdasarkan hukum mendel, serta dapat menganalisis ratio perbandingan F2 dalam kehidupan nyata dengan evaluasi chi-square test  .  BAB II PEMBAHASAN Dalam hukum Mendel I peristiwa pemisahan gen terlihat ketika  pembetukan gamet individu yang memiliki genotip heterozigot, sehingga tiap gamet mengandung salah satu alel tersebut. Hal ini disebut juga hukum segregasi yang berdasarkan percobaan persilangan dua individu yang mempunyai satu karakter yang berbeda. Berdasarkan hal ini, persilangan dengan satu sifat beda akan menghasilkan perbandingan fenotip keturunan F2 3 : 1. Namun kadang-kadang individu hasil perkawinan tidak didominasi oleh salah satu induknya. Dengan kata lain, sifat dominasi tidak muncul secara  penuh. Peristiwa ini menunjukkan adanya sifat intermediet. Hukum Mendel I dikaji dari persilangan monohybrid (satu sifat beda) (Syamsuri, 2004). Dalam hukum Mendel II pembuktian hukum ini dipakai pada dihibrid atau polihibrid, yaitu persilangan dari 2 individu yang memiliki satu ataulebih karakter yang berbeda. Persilangan dihibrid akan menghasilkan keturunan F2 dengan perbandingan 9:3:3:1 (Campbell, 2010). A.   Alat dan Bahan Alat 1.   Buku panduan 2.   Alat tulis Bahan 1.   Preparat jagung monohibrid 2.   Preparat jagung dihibrid B.   Cara Kerja 1.   Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. 2.   Hitung bulir jagung keseluruhan, catat hasilnya. 3.   Hitung bulir jagung warna kuning dan ungu, catat hasilnya (monohibrid). 4.   Hitung bulir jagung ungu bulat dan kuning kisut, catat hasilnya (dihibrid).  C.   Hasil dan Pembahasan 1.   Monohibrid Gambar 1. Zea mays (monohibrid) (Sumber: Dokumentasi pribadi) Berdasarkan hasil persilangan monohibid antara jagung bulir kuning dan ungu (uu dan UU) dapat diketahui bahwa rasio F 1  yang diharapan adalah 3 : 1. Rasio tersebut digunakan sebagai dasar frekuensi harapan pada uji Chi-squre. Parental Fenotip : jagung kuning x jagunng ungu (uu) x (UU) Gamet : U dan k F1 : Genotipe : UU:Uu:uu 1 : 2 : 1 U u U UU Uu u Uu uu   Fenotipe : ungu : kuning 3 : 1 OD : 436 OR : 158 Total : 594 E dominan  : 34  x 594 = 445,5 E resesif : 14   x 594 = 148,5 X 2 hit : (−)    + (−)     : (436−445,5)  445,5  + (158−148,5))  148,5  : 90,25445,5  + 90,25148,5  : 0,810 Db : k-1 : 2-1 : 1 X tabel  : 3,84 α :0,05  Hasil : 0,810 < 3,84    Sesuai dengan yang diharapkan dan sesuai dengan hokum mendel I 2.   Dihibrid Gambar 2. Zea mays (dihibrid) (Sumber: Dokumentasi pribadi)
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x