LAPORAN PRAKTIKUM kekentalan dan penguapan

of 19
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Information Report
Category:

Magazines/Newspapers

Published:

Views: 14 | Pages: 19

Extension: PDF | Download: 0

Share
Description
LAPORAN PRAKTIKUM kekentalan dan penguapan
Tags
Transcript
  LAPORAN PRAKTIKUM SATUAN OPERASI INDUSTRI (Pengentalan dan Penguapan Produk Pertanian cair) Oleh :  Nama : Yayah Komariah  NPM : 240110120002 Hari, Tanggal Praktikum : Kamis, 24 Mei 2014 Waktu : 12.30  –   15.00 WIB Co.Ass : Novriana Ekatama  LABORATORIUM PASCA PANEN DAN TEKNOLOGI PROSES TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2014 Nilai :  BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Produk pertanian yang telah melewati masa panen memliki beberapa kekurangan diantaranya adalah daya tahannya yang mudah rusak. Sebagai contoh, tanaman sayuran, buah-buahan yang mudah rusak sehingga memerlukan suatu teknologi agar hasil pertanian dapat memiliki daya simpan yang lebih lama. Karena itu, produk pertanian harus melewati masa pasca  panen dengan dilakukannya berbagai teknologi pertanian untuk memperpanjang umur simpan dari bahan pertanian tersebut. Salah satu cara memperpanjang umur simpan dari produk pertanian adalah dengan mengubah sifat bahan sepeerti dengan mengubah titik didih. Salah satu caranya adalah dengan pengentalan dan penguapan salah satu  produk pertanian. Dengan mengubah kekentalan maka titik didih bahan  pertanian akan berubah akibat adanya campuran antara bahan pertanian didalam suatu cairan. Dengan demikian, kita dapat memperpanjang umur simpan suatu bahan pertanian dengan cara mengetahui besar titik didih dari  bahan tersebut. Maka dari itu, praktikan melakukan analisis mengenai  pengentalan dan penguapan produk pertanian cair yang telah kami  praktikumkan minggu kemarin. Untuk mengetahui pengetahuan mahasiswa dalam pendalaman materi, maka praktikan menyusun laporan praktikum ini. I.2 Tujuan Percobaan 1.2.1   Tujuan Instruksional Umum (TIU) Mahasiswa dapat mempelajari pengentalan dan penguapan dalam unit operasi industri hasil pertanian. 1.2.2   Tujuan Instruksional Khusus (TIK) 1.   Mempelajari perubahan titik didih produk pertanian cair selama  pemanasan dan penguapan. 2.   Mempelajari laju perpindahan panas dan laju penguapan produk cair selama pemanasan dan penguapan.  BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1   Pengertian Penguapan dan Pengentalan Definisi penguapan : Penguapan atau evaporasi adalah proses  perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan. Definisi penguapan pada produk pertanian cair : pengentalan merupakan proses pengurangan kadar air pada suatu larutan dengan car melakukan penguapan air yang tergandung dalam larutan tersebut atau dengan penambahan zat terlarut pada larutan tersebut. Aplikasi pengentalan itu sendiri adalah untuk pengaetan makanan dengan jaalan mengurangi aktivitas mikroba dengan menekan kandungan air dalam suatu bahan. Dalam dunia pertanian banyak sekali produk-produk yang diawetkan dengan cara pengentalan ini. Hal tersebut selain caranya yang praktis, dampak untuk kesehatan juga tidak ada sehingga pengentalan ini merupakan sutu metode pengawetan yang aman bagi kesahatan tubuh. Oleh karena itu,  pengentalan ini perlu dikaji lebih jauh untuk meinigkatkan pemahaman dalam upaya menciptakan suatu metode alternatif dalam proses pengawetan suatu  produk. Penguapan yaitu perubahan suatu zat dari fase berbentuk cair menjadi gas. Pada saat kejadian terjadi, zat tersebut memerlukan adanya kalor. Salah satu pemanfaatan penguapan ini dapat dilakukan pada proses pemurnian suatu  produk pertanian, misalnnya proses destilasi. 2.2   Gula dan Garam  Glukosa atau biasa disebut dengan gula yaitu bentuk lain dari karbohidrat Jenis gula yang sering digunakan adalah kristal suk rosa  padat. Gula digunakan untuk merubah rasa dan keadaan makanan atau minuman.  Keadaan disini dapat berupa bentuk dan warna dari makanan tersebut. Gula sederhana seperti glukosa menyimpan energy yang akan digunakan oleh sel. Garam/Natrium kloridaNatrium klorida (NaCl) adalah bahan utama garam dapur. Pengertian secara kimiawi, garam adalah senyawa ionik yang terdiri dari ion positif (kation) dan ion negatif (anion), sehingga membentuk senyawa netral (tanpa bermuatan). Garam terbentuk dari hasil reaksi asam dan basa. Natrium klorida(NaCl), bahan utama garam dapur adalah suatu garam. Larutan garam dalam air merupakan larutan elektrolit, yaitu larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Cairan dalam tubuh makhluk hidup mengandung larutan garam,misalnya sitoplasma dan darah.Reaksi kimia untuk menghasilkan garam antara lain: 1. R  eaksi antara asam dan basa, misalnya HCl + NH3→ NH4Cl.  2. Reaksi antara logam dan asam kuat encer, misalnya Mg + 2 HCl → MgCl2+ H2 Terbentuknya garam ini umumnya akibat dari penguapan air yangmengandung garam seperti air laut yang banyak mengandung ion-ion  Na+(Sodium) dan Cl-(Cloride). Di antara tahapan proses yang dipergunakan,kristalisasi merupakan salah satu proses dalam produksi garam farmasetis. Disamping untuk menghasilkan kristal garam, kristalisasi juga dimaksudkanuntuk menghasilkan produk kristal dengan kemurnian, ukuran dan jumlahtertentu. Kristalisasi Garam diproleh dari proses pembentukan fase padat (kristal) komponen tunggal dari fase cair (larutan atau lelehan) yang multikomponen, dan dilakukan dengan cara pendinginan, penguapan dan atau kombinasi pendinginan dan penguapan. Proses pembentukan kristal dilakukan dalam tiga tahap, yaitu (1) pencapaian kondisi super/lewat jenuh(supersaturation), (2) pembentukan inti kristal (nucleation), dan (3) pertumbuhan inti kristal menjadi kristal (crystal growth). Kondisi super jenuh dapat dicapai dengan pendinginan. Penguapan,  penambahan presipitan atau sebagai akibat dari reaksi kimia antara dua fase yang homogen. Sedangkan pembentukan inti kristal terjadi setelah kondisi lewat (saturated) tercapai.  2.3   Titik Didih Pada saat penguapan berlangsung, bahan cair yang tertinggal di dalam alat penguapan menjadi lebih kental dan titik didihnya akan naik. Perkembangan elevasi titik didih tergantung pada sifat bahan yang akan diuapkan dan pada perubahan konsentrasi yang dihasilkan. Pada alat  penguapan berganda, yaitu efek yang disusun secara seri, titik didih akan meningkat dari efek yang satu ke efek yang lain ketika konsentrasi meningkat. Penurunan suhu yang relatif terlihat, dibutuhkan untuk pindah  panas, meskipun titik didih lebih tinggi, oleh karena suhu pengembunan uap di dalam pembangkit uap pada efek berikutnya tetap uap murni. Ketika konsentrasi meningkat, kekentalan bahan cair juga meningkat.Peningkatan kekentalan bahan cair mempengaruhi pindah panas dan ini selalum mengakibatkan batas terhadap perkembangan penguapan secara praktek.
Recommended
View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x