Metodologi Penelitian

Please download to get full document.

View again

of 5
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Similar Documents
Information Report
Category:

Comics

Published:

Views: 0 | Pages: 5

Extension: PDF | Download: 0

Share
Description
Metodologi Penelitian 1.4.1 Subjek Penelitian Subjek penelitian megenai konstruksi identitas Guru BK, yakni Guru BK yang memiliki ciri-ciri atau karateristik tertentu, Subjek penelitian ini dipilih secara puurposive berdasarkan aktifitas mereka
Tags
Transcript
  Metodologi Penelitian 1.4.1 Subjek Penelitian Subjek penelitian megenai konstruksi identitas Guru BK, yakni Guru BK yang memiliki ciri-ciri atau karateristik tertentu, Subjek penelitian ini dipilih secara  puurposive  berdasarkan aktifitas mereka sebagai Guru BK dan kesediaan mereka dalam menghadapi siswa/i. Pada  penelitian kualitatif, penentuan jumlah subjek penelitian atau informasi cukup dengan jumlah 10 orang, seperti yang diungkapkan Cresswell (2007:131): “  For phenomenological study, the process of collecting information involves primarily in depth interviewrs with as many as 10 individuals. The important point is to describe the meaning of the phenomenon for a small number of infividuals who have experienced it.”   Penentuan informan penelitian bergantung pada kapabilitas orang yang kan diwawancarai untuk dapat mengartikulasikan pengalaman hidupnya. Disisi lain dalam stusi fenomenologis, lokasi peelitian bisa satu tempat atau tersebar, dengan memperhatikan individu yang akan dijadikan indroman baik seseorang atau mereka yang dapat memberikan penjelasan dengan  baik, dengan jumlah cukup sebanyak 10 orang (kuswarno, 2007:168). Adapun key informat   atau narasumber penelitian ini adalah Guru BK yang tercatat sebagi BK sekolah menengah atas di Kota Bandung. Pemilihan Guru BK SMA sebagai subjek penelitian karen konselor sekolah menengah mendapatkan peran dan posisi yang jelas. Peran Guru BK SMA sangat dibutuhkan sebagai salah satu komponen  student support sevice . Guru BK dituntut untuk memiliki kepribadian, pengetahuan dan keterampilan yang baik sehingga dapat  berpengaruh pada perubahan perilaku positif dalam konseling. Pada penelitian ini, peneliti mewawancarai informan sebanyak 7 orang, jumlah informan ini masih dapat berubah jika informan tersebut memberikan rekomendasi nama yang dapat membantu memperkaya data. Adapun kriteria informan yaitu: a.   Tercatat sebagai Guru BK tetap di sekolah menengah atas negeri di Kota Bandung  b.   Masa jabatan Guru BK diatas 10 tahun c.   Sudah mendapatkan sertifikasi d.   Mengikuti salah satu organisasi bimbingan konseling  1.4.2. Desain penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang menjelaskan fenomena sosial dari sudut pandang Guru BK sebagai subjek penelitian. Denzin dan Lincoln (dalam Creswell, 1998:15), mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai penelitian yang memiliki multi metode dalam fokusnya, melibatkan kualitatif mempelajari hal-hal yang telah diatur secara alami, mencoba untuk menelaah sebuah fenomena dari sebuah makna yang dihadapkan kepada mereka. Metode penelitian kualitatif dirasa lebih cocok dan relvan dengan topik atau pembahasan yang akan diteliti karena peneliti akan menggali dan memahami konstruksi identitas Guru bimbingan konseling yang tidak dapat terungkap melalui metode kuantitatif. Selain, itu penelitian kualitatif akan membantu untuk memperoleh pemahaman yang ontentik mengenai pengalaman orang-orang, sebagaimana dirasakan orang-orang yang bersangkutan. Bogdan dan Taylor (dalam Sudikin, 2002:2) mengungkapkan pendekatan kualitatif diharapkan mampu menghasilkan suatu uraian mendalam tentang ucapan, tulisanm dan perilaku yang dapat dinikmati suatu individu, kelompok, masyarakat atau yang terkait dengan suatu organisasi tertentu dalam suatu setting kontes tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang utuh, konferhensif dan holistik. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan fenomonologi. Studi dengan tradisi fenomenologis berupaya untuk menjelaskan makna pengalaman hidup sejumlah orang tentang suatu konsep atau gejala termasuk di dalamnya konsep diri atau pendangan hidup merkea sendiri. Fenomenologi menjadikan pengalaman hidup yang sesungguhnya sebagai data dari trealita. Littlejohn menjelaskan bahwa fenomena fenomenologi berarti membiarkan segala sesuatu menjadi nyata sebagaimana aslinya, tanpa memaksakan kategori0kategori peneliti terhadapnya. Rancangan penelitian disusun berdasarkan kaidah metode penelitian yang digunakan, yang mengacu dari creswell dengan langkah-langkah sebagai berikut:    Locating/individual site    Gaining accsess dan making    Purposefully sampling    Collecting data    Recording information     Resolving field issues    Stroring data Penelitian ini diawali dengan menentukan siapa dan dimana penelitian ini akan dilakukan dan kemana sumberdatanya akan dicari. Peneliti mengawali dengan menentukan  Key Informant   untuk penelitian ini yaitu guru BK di sekolah menengah atas di Kota Cimahi. Setelah dapat mementukan informan, peneliti perlu memperoleh izin dari informan dan bagaiaman cara  peneliti untuk membangun kedekatan dengan informan. Penentuan informan dalam penelitian ini dipilih dengan cara purfosif berdasarkan kriteria yang diperlukan karena dalam penelitian kualitatif jumlah informan tidak memiliki kepastian. Setelah dapat menentukan informan, langkah berikutnya adalah pengumpulan data sebanyak mungkin dari mereka. Pengumpulan data dapat didokumentasikan atau direkam dalam bentuk infromasi. Cara pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara yang mendalam dan observasi. Informasi tersebut diharapkan dapat menjawab pertanyaan- pertanyaan penelitian yang pada akhirnya diuraikan dalam bentuk data hasil penelitian. Wawancara mendalam yang dilakukan membutuhkan waktu selama 2 jam. 1.4.3 Teknik Pengumpulan Data Prosedur pengumpulan data penelitian fenomenologi telah dijelaskan oleh Cresswell dalam  Dalam collection . Dalam studi kualitatif terdapat empat teknik pengumpulan data, yaitu: “ Observation (tanging from nonparticipant to participan), interviews (ranging from clos-ended to open-ended), document (document (ranging from orivate to public) and audiovisual material (including material such as photographs, compact disks and videotapes)”  (Cresswell,2007:129) Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penliti adalah wawancara mendalam. Tahapan wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara tidak teratur. Untuk sebuah studi fenomenologi, kriteria infroman yang ditentukan adalah “ all individuals studied present people who have experienced and the phenomenon” 9creswell, 2007:128). Oleh karena itu, pemilihan infroman harus benar-benar memiliki kemampuan  mengartikulasikan pengalaman dan pandanganya tentang sesuatu yang dipertanyakan. Dokumentasi hasil wawancara menggunakan alat perkeam audio dan kamera. Wawancara ini akan dilakukan kepada Guru BK yang terpilih untuk menjadi informan. Asppek yang akan ditanyakan kepada infroman berkaitan dengan riwayat menjadi pengajar di SMA, motivasi menjadi Guru, pendekatan yang dilakukan ketika berkomunikasi dengan siswa/i yang sednag berkonsultasi atau sedang bermasalah. Presepsi personal Guru BK dan hal-hal apa saja yang mempengaruhi dalam pembentukan identitas dari guru BK. 1.4.4. Teknik Analisis Data Bogdan dan Biklen (dalam Moleong,2006:248) memberikan definisi analisis data kualitatif sebagai sebuah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskanya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memtuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Secara rinci analisis data penelitian fenomenologi menurut Cresswell (dalam kuswarno,2009:72) sebagai berikut:    Peneliti memulai dengan mendeskripsikan secara menyeluruh pengalamanya.    Penelitian kemudia menemukan pernyataan (dalam wawancara) tentang bagaimana orang-orang memahami topik, rinci pernyataan-pernyataan tersebut (horisontalisasi) dan perlakukan setiap pernyataan memiliki nilai yang setera, serta kembangkan rincian tersebut dengan tidak melakukan pengulangan atau tumpang tindih.    Pernyataan-pernyataan tersebut dikelompokan ke dalam unit-unit bermakda ( meaning unit),  peneliti merinci unit-unit tersebut dan menuliskanya sebuah penjelasan teks ( Textural description ) tentang pengalamanya termasuk contoh-contohnya secara seksama.    Penelitian kemudian mereflesikan pemikiranya menggunakan variasi imajinatif (  Imaginative variation)  atau deskripsi structural ( Sturctural description) , mencari keseluruhan makna yang memungkinkan, dan melalui prespektif yang divergen ( divergent prespectiveI) , mempertimbangkan kerangka rujukan atas segala (  Phenomenon) . Dan mengkonstruksikan bagaimana gelaja tersebut dialami.    Peneliti kemudian mengkonstruksikan seluruh penjelasanya tentang makna dan esensi ( essenceI)  pengalamanya.     Proses tersebut merupakan langkah awal peneliti mengungkapkan pengalamanya, dan kemudian diikuti pengalaman seluruh partisipan. Setelah semua itu dilakukan kemudian ditulis deskripsi gabunganya ( composite description ). 1..4.5 Uji Keabsahan Data Penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian kuantitatif yang uji keabsahan data dapat diuji melalui uji validitas dan realibilitas melalui ukuran statistik. Uji keabsahan data dalam  penelitian menurut Sugiono(2005:120) meliputi uji kredibilitas data, uji validitas eksternal, uji realibilitas dan uji obyektivitas. Pada penelitian kualitatif, tingkat keabsahan lebih ditekankan pada data yang diperoleh. Data yang valid dapat diperoleh dengan melakukan uji kredibilitas terhadap data hasil  penelitian sesuai dengan prosedur uji
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x