Otobiografi Bang Valentino Rossi

Please download to get full document.

View again

of 352
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Similar Documents
Information Report
Category:

Research

Published:

Views: 11 | Pages: 352

Extension: PDF | Download: 0

Share
Description
Otobiografi Bang Valentino Rossi
Transcript
  Otobiografi Valentino Rossi (Andai aku tak pernah mencobanya...) Diterjemahkan dari The Autobiography of Valentino Rossi What if I had never tried it karya Valentino Rossi Copyright © 2005 by Valentino Rossi  © Hak cipta dilindungi undang-undang All rights reserved Dilarang memproduksi buku ini dalam bentuk apa pun tanpa izin teitulis dari penerbit Penerjemah : Doni Suseno Penyunting : Santi Sasono Desain Ulang Sampul : Eja-creative14 Pewajah Isi : creative14 Cetakan III : Juni 2006 ISBN : 979-333-003-1 UFUK PRESS PT. Cahaya Insan Suci Jl. Warga 23A, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12510, Indonesia Phone. +62-21-7976587, 79192866 Fax. +62-21-79190995 Homepage: www.ufukpress.com Blog : http://ufukpress.blogspot.com Email : info@ufukpress.com   1 CAPITOLO UNO KAMI membanting setir ke kiri sekaligus melesat miring masuk gigi tiga penuh dengan kecepatan 170km/jam. Dari motor Hondaku, aku cuma bisa melihat bagian atas knalpot motor Yamahanya. la masih di depanku, bahkan hingga pada tikungan di atas bukit itu yang kalau cakra-wala mulai menghilang, kamu akan segera lenyap juga di baliknya. Aku masih ketat menempel di belakangnya. Itulah saat paling menentukan bagi delapan pembalap yang kemudian tinggal karni berdua: aku dan Max Biaggi. Memang saat paling menentukan dalam kejuaraan tahun 2001 itu. Putaran terakhir. Sirkuit terakhir yang berat. Aksi terakhir untuk menang. Kesempatan terakhir... untukku. Tikungan yang memanjang beraspal tersebut terlihat seperti olesan mentega pada permukaan bukit hijau yang tak terlalu curam itu. Tikungan yang tampak bergantung dan selaras dengan setiap permukaan bukit itu mirip huruf 'S', ke kiri, lalu ke kanan, dan berakhir tepat di puncaknya. Sebelum kamu bisa mencapainya, kamu harus bergerak naik dulu, setelah itu menuruninya. Saat kamu tiba pada bagian sudutnya, kamu pasti takkan bisa melihat apa-apa. Kamu hanya bisa memba-yangkannya. Kamu juga tak tahu kapan harus mengerem; yang bisa kamu lakukan hanyalah menyadari kalau di sudut itulah kamu harus bisa mengambil posisi yang tepat, atau semua akan terlambat karena kamu memang tak bisa melakukan apa-apa. Aku berpikir untuk mengambil posisi di sebelah luar;  dengan demikian, aku bisa berada di sebelah kanan Biaggi saat menuruni trek pendek, lalu berada di sebelah dalam pada tikungan berikutnya. Satu-satunya cara untuk mengatasi tikungan tersebut adalah langsung beralih ke gigi satu setelah dari gigi empat. Jika kamu bisa Iebih dulu keluar dari sana, semua pasti berakhir. Artinya, kamulah yang menang. Rasa-rasanya, saat itu juga sikuku menggores Yamaha yang di-kendarainya: pertama-tama kurasakan knalpotnya, lalu ban belakangnya. Aku memang telah mengambil risiko yang besar, dan aku memang harus melakukannya. Itulah satu-satunya cara untuk mendahuluinya, tepat saat me-ngerem. Itulah yang kulakukan. Dan saat aku mulai berada di sampingnyalah dia baru menyadari apa yang sebenarnya sedang terjadi. Ia memang terlambat meng-antisipasinya saat kami meluncur turun berdampingan. Akulah yang Iebih dulu sampai pada tikungan tajam ke kanan itu, lalu berhasil memimpin di tikungan panjang ke kiri, dan akhirnya benar-benar berhasil Iebih dulu menembus garis finish. Itulah awal kisah kemenanganku pada kejuaraan Australian Grand Prix 2001 yang menobatkanku menjadi  juara dunia baru motor 500cc. Tiga tahun kemudian, aku dan Sete Gibernau kebe-tulan bertarung di sirkuit dan trek yang sama. Ia seperti-nya berharap aku melakukan hal serupa seperti yang terjadi pada Biaggi. Ia juga tampaknya tahu apa yang akan terjadi di putaran terakhir saat aku mencoba men dahuluinya pada beberapa tikungan sebelumnya. Namun, aku ternyata telah membuat satu kesalahan fatal, aki-batnya Gibernau berhasil mendahuluiku lagi. Kemudian, aku putuskan untuk mengambil posisi di sebelah dalam saat mulai menuju tikungan yang menanjak; dengan demikian, aku akan bisa mendahuluinya persis saat kami
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x