PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PENGUKURAN ALAT UKUR LISTRIK BERBASIS SOSIAL NETWORK MENGGUNAKAN EDMODO PADA PROGRAM STUDI JURUSAN PENDIDIKAN ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITS NEGERI MAKASSAR

of 13
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Information Report
Category:

Resumes & CVs

Published:

Views: 31 | Pages: 13

Extension: PDF | Download: 0

Share
Description
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) prosedur pengembangan media pembelajaran berbasis sosiail network menggunakan edmodo pada mata kuliah pengukuran alat ukur listrik dengan pembahasan multimeter analog 2) tanggapan ahli materi,
Transcript
  PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PENGUKURAN ALAT UKUR LISTRIK BERBASIS  SOSIAL NETWORK MENGGUNAKAN EDMODO PADA PROGRAM STUDI JURUSAN PENDIDIKAN ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITS NEGERI MAKASSAR Noer Ekafitri Sam 1)  Teknik Elektronika Fakultas Teknik UNM, Sabran 2) Teknik Elektronika Fakultas Teknik UNM, Mustamin noerekafitrisam@gmail.com  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) prosedur pengembangan media pembelajaran  berbasis  sosiail network menggunakan edmodo pada mata kuliah pengukuran alat ukur listrik dengan  pembahasan multimeter analog 2) tanggapan ahli materi, ahli media, dan mahasiswa terhadap kelayakan media pembelajaran berbasis  social network menggunakan edmodo pada mata kuliah  pengukuran alat ukur listrik dengan pembahasan multimeter analog, (3) hasil belajar peserta didik terhadap penggunaan media pembelajaran berbasis  social network menggunakan edmodo pada mata kuliah pengukuran alat ukur listrik dengan pembahasan multimeter analog. Model pengembangan yang dipakai adalah model prosedural yaitu model yang bersifat deskriptif, menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Sumber data diperoleh dari sumber literatur materi pengukuran alat ukur listrik yang sudah digunakan dalam mengembangkan media  pembelajaran menggunakan edmodo. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket dengan subjek uji coba mahasiswa yang sudah mengikuti baik yang belum mengikuti mata kuliah  pengukuram alat ukur listrik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) prosedur  pengembangan media pembelajaran pengukuran alat ukur listrik berbasis  social network menggunakan edmodo: (a) menetapkan mata kuliah yang akan dikembangkan medianya; (b) melakukan penelitian pendahuluan; (c) pengumpulan bahan ;  (d) pembuatan rancangan media; (e) mengembangkan media; (f) validasi oleh ahli media dan ahli materi; (g) analisis; (h) revisi produk; (i) uji coba teman sejawad; (j) analisis uji coba teman sejawad; (k) revisi; (l) uji coba lapangan; (m) analisis hasil uji coba lapangan (n) revisi; dan (m) produk akhir. (2) tanggapan ahli materi, ahli media, dan peserta didik mengenai kelayakan media pembelajaran berbasis  social network menggunakan edmodo mata kuliah pengukuran alat ukur listrik pembahasan multimeter analog termasuk dalam kualifikasi sangat baik. (3) hasil belajar mahasiswa meningkat setelah menggunakan media  pembelajaran pengukuran alat ukur listrik dengan pembahasan multimeter analog dengan nilai mean  posttest 93.2 dan nilai uji gain 0.846 dengan kategori tinggi . Kata Kunci: pengembangan, media pembelajaran,  sosial network  , edmodo , pengukuran alat ukur listrik, multimeter analog. ABSTRACT This study aims to: (1) the development procedure-based learning media sosiail network using Edmodo on the course measuring electrical measuring instrument with a discussion of analog multimeters 2) the response matter experts, media experts, and students of the feasibility study media-based social network using Edmodo on the eyes lecture measurement of electrical measuring instrument with analog multimeter discussion, (3) the study of students on the use of social network- based learning media using Edmodo in the course of measurement of electrical measuring instrument with analog multimeters discussion. The model used is the development of procedural model is a model that is descriptive, showing the steps that must be followed to produce the product. Sources  of data obtained from the source material literature measurement of electrical measuring instrument that has been used in developing learning media using Edmodo. Data collection techniques using questionnaires with the subject of testing students who have followed the good who have not followed the course pengukuram electrical measuring instruments. Based on the results of research are: (1) procedures development of instructional media measurement of electrical measuring instrument based social network using Edmodo: (a) set a course that will be developed media; (b) conduct a preliminary study; (c) the collection of material; (d) the drafting of the media; (e) develop the media; (f) validation by experts and the media matter experts; (g) analysis; (h) the revision of the  product; (i) trials friend sejawad; (j) analytical test sejawad friend; (k) the revision; (l) field trials; (m) the analysis of the results of field trials (n) revision; and (m) of the final product. (2) the response matter experts, media experts, and learners of the feasibility study media-based social network using Edmodo course measurement of electrical measuring instruments included in the discussion of analog multimeters excellent qualifications. (3) The increased student learning outcomes after using instructional media measurement of electrical measuring instrument with analog multimeters discussion with a mean of 93.2 and a posttest gain of 0.846 to test the value of the high category. Keywords: development, instructional media, social network, Edmodo, measurement of electrical measuring instruments, analog multimeter. PENDAHULUAN   Kemajuan pengetahuan dan teknologi telah mengalami perkembangan yang begitu  pesat, dimana mana sudah terdapat komputer. Tanpa perlu aba-aba setiap Negara berusaha mempersiapkan diri dapat bersaing dengan Negara lainnya. Salah satu hal yang paling diutamakan adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia sedini mungkin, yaitu melalui  jalur pendidikan. Oleh karena itu kemajuan di bidang pendidikan sangatlah penting karena dapat menentukan kemajuan suatu bangsa. Hal ini dapat dilihat dalam UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional yakni dalam pembelajaran menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi informasi dan media lain. Untuk itu, berdasar penjabaran amanat tersebut dalam PP Nomor 19 tahun 2005 yakni untuk menunjang proses  pembelajaran, maka dapat menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga secara operasional TIK (teknologi informasi dan komunikasi) dijadikan sebagai mata  pelajaran pada Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran (KTSP) mulai tingkat SD hingga  perguruan tinggi. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saat ini sangat berkembang di masyarakat. (pusdiknakes, 2007).   TIK atau biasa dikenal dengan ICT ( information and communicatioan technology) mempunyai pengertian luas yang meliputi segala hal yang bersangkutan dengan proses komunikasi informasi, penggunaan sebagai alat bantu atau media, manipulasi dan  pengolahan informasi. Mengadaptasi dari pesatnya perkembangan teknologi modern dalam dunia pendidikan, bahwa sebagai seorang pendidik kita pantaslah waspada dalam menghadapi teknologi modern yang dinamakan internet. Internet layaknya sebilah pisau  bermata dua, di satu sisi dapat memberi manfaat yang positif bagi dunia pendidikan, sedang di sisi lain bisa berdampak negatif. Peran pendidik sangat penting dalam mengarahkan segala aktifitas internet untuk dapat digunakan pada hal-hal positif yang dapat mengembangkan keilmuan peserta didik. Internet sudah bukan merupakan barang baru lagi, di kalangan anak-anak media ini sudah cukup familiar. Hal ini terbukti dari banyaknya peserta didik baik itu tingkat SD, SMP, SMA bahkan mahasiswa banyak yang memiliki e-mail, friendster, facebook, twitter  , dan  juga blog  . Pada perguruan tinggi hampir setiap mahasiswa dapat mengakses fasilitas internet dengan mudah karena fasilitas wi-fi yang tersedia. Kemampuan mahasiswa dalam menguasai aplikasi internet harus juga diimbangi dengan tingginya kemampuan pendidik dalam   penggunaanya. Karena kita tahu bahwa penguasaan internet itu sangat menunjang kegiatan  pembelajaran di masing-masing lembaga pendidikan (e-learning) . Pesatnya perkembangan teknologi pendidikan juga mempengaruhi metode maupun pola pembelajaran bagi peserta didik, sekarang ini banyaknya tenaga pendidik yang menggunakan pembelajaran secara on-line atau tanpa tatap muka yang biasa dikenal dengan e-learning  . Salah satu media e-learning   berbasis  social network yaitu Edmodo. Edmodo seperti layaknya  social network yang lainnya hanya saja tujuan pembangunannya adalah terkhusus untuk kegiatan dalam  bidang pendidikan. Untuk dapat menggunakan  Edmodo , seorang dosen ataupun mahasiswa tidaklah perlu memahami seperti apa sistem berbasis web tersebut, yang harus mereka  pahami adalah bagaimana bisa berinteraksi dengan menggunakan sosial media tersebut. Dalam situs  Edmodo  ini, bukan hanya para mahasiswa dan dosen saja yang dapat  berinteraksi. Akan tetapi juga para orang tua mahasiswa juga dapat memiliki akun untuk ikut  berkomunikasi dengan dosen, dan melihat perkembangan anaknya selama menjalani proses  pendidikan.   Peneliti mengambil Pengukuran Alat Ukur Listrik (PAUL) sebagai bahan metari yang ingin dimasukkan dalam media e-learning  berbasis  social network yaitu Edmodo. METODE PENELITIAN Model pengembangan yang digunakan ialah model prosedural. Model prosedural adalah model yang bersifat deskriptif, menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Sugiyono (2012: 407) memberikan pengertian bahwa “metode  penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa inggrisnya research and development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut”.  Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan media pembelajaran, khususnya  berupa pembelajaran melalui bahan ajar bebasis  sosial network menggunakan edmodo pada mata kuliah pengukuran alat ukur listrik dengan pembahasan multimeter analog. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen ( before-after) , dengan cara membandingkan sebelum dan sesudah pemakaian media pembelajaran tersebut. Pada  prakteknya nanti penilitian hanya menggunakan satu kelas untuk dilakukan percobaan tersebut, dengan menggunakan instrument  pretest-posttest   peneliti akan menguji coba  produk media pembelajaran tersebut kepada subjek penelitian yaitu mahasiswa elektronika semester 1 kelas A mata kuliah pengukuran alat ukur listrik. Prosedur pengembangan media pembelajaran berbasis  social network menggunakan edmodo pada mata kuliah pengukuran alat ukur listrik pembahasan multimeter analog adalah : (1) menetapkan standar kompetensi yang akan dikembangkan pada medianya; (2) melakukan penelitian pendahuluan; (3) pengumpulan bahan; (4) pembuatan rancangan media; (5) mengembangkan media; (6) validasi oleh ahli media dan ahli materi; (7) analisis hasil validasi; (8) Revisi; (9) Uji coba teman sejawad; (10) Uji coba lapangan; (11) analisis hasil uji coba; dan (12) produk akhir. Adapun rumus yang digunakan dalam mengolah data dikelompokkan menjadi 2 yaitu: a.   Analisis data untuk kualitas produk Data yang diperoleh melalui instrumen penilaian pada saat uji coba dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif kualitatif. Analisis ini dimaksudkan untuk menggambarkan karakteristik data pada masing-masing variabel. Dengan cara ini diharapkan akan  mempermudah memahami data untuk proses analisis selanjutnya. Hasil analisis data digunakan sebagai dasar untuk merevisi produk media yang dikembangkan. Teknik analisis data yang dilakukan adalah menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif yaitu memaparkan hasil pengembangan produk yang berupa media pembelajaran  berbasis  social network menggunakan edmodo, menguji tingkat validasi dan kelayakan  produk untuk diimplementasikan pada mata pelajaran pengukuran alat ukur listrik  pembahasan multimeter analog. Rumus yang digunakan untuk menghitung persentase adalah sebagai berikut : Persentase = ∑(Jawaban × bobot tiap pilihan) n × bobot tertinggi   x 100% Keterangan : Σ = jumlah n = jumlah seluruh item angket (Sumber : Sudjana: 2005) Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif yang diungkapkan dalam distribusi skor dan persentase terhadap kategori skala penilaian yang telah ditentukan. Bagan rating scale  bila dijelaskan dalam bentuk tabel adalah sebagai  berikut (Arikunto, 2006).  b.   Analisis hasil belajar Hasil belajar peserta didik dilihat dari perbedaan antara hasil  pretest dan hasil  posttest. Soal yang diberikan disusun sesuai kompetensi dasar dan kriteria keberhasilan yang sudah ditetapkan. Materi dan soal kemudian dikonsultasikan dengan dosen yang mengajar  pada mata kuliah pengukuran alat ukur listrik yang berperan sebagai validator ahli materi  pada penelitian ini untuk mendapatkan saran atau perbaikan mengenai soal yang akan digunakan. Setelah mendapatkan saran dan masukan dari ahli materi maka soal kemudian direvisi dan dilakukan perbaikan. HASIL PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di lakukan di Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika Fakultas Teknik kelas S1 A sebanyak 30 orang. Proses pengembangan media pembelajaran yaitu: (1) Menetapkan Standar Kompetensi Yang Akan Dikembangkan Pada Medianya; peneliti memilih untuk memasukkan mata kuliah pengukuran alat ukur listrik dengan pembahasan multimeter analog sebagai materi dalam medianya. (2) Melakukan Penelitian Pendahuluan; (3) Pengumpulan Bahan; (4) Pembuatan Rancangan Media; (5) Mengembangkan Media;   Gambar 1. Salah satu contoh postingan pada Edmodo (6) Validasi Oleh Ahli Media Dan Ahli Materi; Validasi ahli matei dilakukan oleh Ahli Materi 1. Adapun hasil penilaian ahli media  pembelajaran disajikan pada tabel berikut ini: Tabel 1 Hasil penilaian ahli materi No. Aspek Penilaian Skor Persentase (%) X X i I Kebenaran Konsep Tidak ada aspek yang menyimpang 4 4 100 Kelogisan dan sistematika uraian 3 4 75 Kesusaian materi dengan silabus atau kurikulum 4 4 100 Jumlah I 11 12 91,66 II Keterlaksanaan Dapat digunakan dengan mudah 4 4 100 Sesuai dengan kompetensi dasar 4 4 100 Kesesuaian dengan jenis kegiatan yang digunakan 3 4 75 Jumlah II 11 12 91,66 Jumlah (∑)  22 24 91,66 Validasi ahli media pembelajaran dilakukan oleh ahli media 1 dan ahli media 2. Adapun hasil penilaian ahli media pembelajaran disajikan pada tabel berikut ini: Tabel 2 Hasil penilaian ahli media pembelajaran No. Aspek Penilaian Skor Persentase (%) X X i Y Y i I Produk Media Pembelajaran Kemenarikan desain   kelas pada edmodo. 3 4 3 4 75
Recommended
View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks