PERKEMBANGAN NILAI SOSIALISME DI KALANGAN MILENIAL AMERIKA SERIKAT DAN INDONESIA

Please download to get full document.

View again

of 9
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Similar Documents
Information Report
Category:

Religion & Spirituality

Published:

Views: 0 | Pages: 9

Extension: PDF | Download: 0

Share
Description
Sejak pecahnya Uni Soviet, Sosialisme seakan – akan menjadi suatu hal yang buruk karena diidentikan dengan ideologi komunis. Kegagalan Ideologi Komunis dalam menciptakan kesejahteraan rakyat serta menciptakan pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu
Tags
Transcript
  PERKEMBANGAN NILAI SOSIALISME DI KALANGAN MILENIAL AMERIKA SERIKAT DAN INDONESIA Oleh Habibie Hendra Carlo A. Latar Belakang Sejak pecahnya Uni Soviet, Sosialisme seakan  –  akan menjadi suatu hal yang buruk karena diidentikan dengan ideologi komunis. Kegagalan Ideologi Komunis dalam menciptakan kesejahteraan rakyat serta menciptakan pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu penyebab pecahnya Uni Soviet di tahun 1991. Sejak saat itu, Ideologi Liberal menjadi satu  –  satunya ideologi besar di dunia yang memberikan kebebasan seluas  –  luasnya kepada masyarakat terhadap ekonomi dan hal  –  hal yang bersifat privat. Meskipun Komunisme sebagai suatu ideologi dianggap sudah pudar namun nilai  –  nilai Sosialisme yang terkandung didalamnya tetap mampu bertahan menghadapi desakan dari nilai kapitalisme dan liberalisme. Abad 21 menandai kebangkitan sosialisme dalam wujud baru yakni sosialisme demokrasi di banyak negara terutama di Amerika Latin. Dalam perkembangannya Sosialisme Demokrasi dapat terbilang cukup sukses dalam menciptakan kesejahteraan rakyat terutama buruh serta memperkecil kesenjangan ekonomi didalam masyarakat. Kebangkitan Sosialisme Demokrasi dimulai dari Hugo Chavez di Venezuela hingga menyebar ke seluruh negara  –  negara di Amerika Latin. Hugo Chavez dengan program nasionalisasi terhadap seluruh perusahaan minyak di Venezuela terbukti berhasil dalam meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat di Venezuela. Ketidakpercayaan terhadap sistem ekonomi liberal ditandai oleh terjadinya krisis ekonomi di tahun 1998 dan Krisis ekonomi Global di tahun 2008. Krisis ekonomi global yang disebabkan oleh budaya konsumerisme yang terlalu berlebihan yang diakibatkan oleh nilai kapitalis yang membentuk sistem ekonomi liberal menyebabkan ketidakpercayaan dunia terhadap sistem ekonomi liberal dan mempelajari kembali mengenai nilai  –  nilai sosialisme termasuk sistem ekonomi sosialis. Generasi yang terkena dampak dan merasakan langsung akibat dari krisis  ekonomi adalah Generasi Milenial, sehingga mereka mulai meragukan sistem ekonomi liberal dalam menghadapi tuntutan zaman. B. Pembahasan 1. Tinjauan Umum mengenai Sosialisme Sosialisme merupakan sebuah nilai yang berkembang pada awal abad 20, Sosialisme merupakan sebuah kritik terhadap konsep kapitalisme yang berkembang sejak dimulainya revolusi industri di Inggris. Sosialisme pertama kali dikaji secara ilmiah oleh Karl Marx dan Friedich Engels, Gagasan Karl Marx mengenai Sosialisme Ilmiah didasari oleh pandangan George Hegel mengenai proses dialektika. Menurut Hegel, Proses Dialektika didasari oleh dua gagasan yakni gagasan bahwa semua berkembang dan terus berubah dan gagasan bahwa semua mempunyai hubungan satu sama lain. 1  Berdasarkan Gagasan Hegel, Karl Marx berpendapat bahwa Gagasan mengenai pertentangan kelas antara kelas pemilik modal dan kelas non pemilik modal akan terus berkembang. Menurut Karl Marx, Pertentangan kelas tersebut nantinya akan menciptakan Revolusi Proletar yang akan menghancurkan konsep masyarakat kapitalis. Karl Marx berpendapat bahwa pertarungan antara kaum kapitalis dan kaum proletar akan merupakan pertentangan kelas yang terakhir dan dengan demikian akan berakhirlah gerak dialektis. Marx mencita - citakan suatu masyarakat tanpa kelas sosial, dimana manusia dibebaskan dari keterikatannya kepada milik pribadi dan dimana tidak ada eksploitasi, penindasan serta paksaan. 2  Gagasan Karl Marx mendapat dukungan dari banyak akademisi dan filsuf, salah satu pendukung gagasan Karl Marx adalah Eduard Bernstein. Namun, Gagasan Bernstein menolak pandangan Karl Marx bahwa terciptanya masyarakat tanpa kelas hanya dapat dicapai melalui Revolusi. Menurut Bernstein, masyarakat tanpa kelas dapat tercapai secara damai melalui jalan parlementer dan atas dasar hak pilih umum. 3  Gagasan Bernstein seringkali dikenal juga sebagai Sosialisme Demokrat. 1  Miriam Budiardjo, Dasar  –  Dasar Ilmu Politik edisi Revisi, Jakarta: Kompas Gramedia, 2017, h. 141. 2   Ibid, h. 144  –  145. 3   Ibid, h. 145.  Gagasan Sosialis Demokrat didasarkan kepada 3 nilai dasar yakni Kebebasan, Kesetaraan, dan Solidaritas. a. Kebebasan Kaum Sosialis Demokrat berpendapat bahwa Kebebasan individu dan keke-basan untuk secara aktif terlibat dalam pengambilan keputusan dalam masyarakat harus secara mendasar dijamin dan dipastikan, Untuk itu diperlukan rambu - rambu sosial dan kelembagaan yang menjadikan semua itu mungkin. Kebebasan mensyaratkan bahwa keputusan politik harus dilakukan secara demokratis. Kebebasan juga mensyaratkan bahwa manusia bertindak secara bijak dan bertanggungjawab. 4  b. Kesetaraan Berdasarkan Kongres Sosial Demokrat di Hamburg tahun 2007, Kaum Sosial Demokrat berpendapat bahwa Keadilan melandasi kesamaan harga diri setiap manusia. Ia bermakna kebebasan dan peluang hidup yang sama, tidak tergantung pada asal usul dan kelamin. Jadi keadilan adalah persamaan kesertaan pada pendidikan, kerja, jaminan sosial, kultur dan demokrasi, persamaan akses ke segenap barang-barang/kekayaan publik. Di mana terdapat ketimpangan pembagian dari penghasilan/pendapatan dan kekayaan, maka masyarakat terbagi ke dalam pihak yang memiliki pihak lain, dan pihak yang dimiliki; masyara-kat ini bertentangan dengan prinsip kebebasan yang sama, Jadi sekalgus tidak adil. Karenanya, keadilan menuntut persamaan yang lebih luas dalam hal pem-bagian pendapatan, kekayaan dan kekuasaan. Prestasi haruslah diakui dan dihormati. Adil adalah prestasi yang sesuai dengan pembagian pendapatan dan kekayaan. Barangsiapa berpenghasilan di atas rata-rata, haruslah juga berkontribusi lebih. 5  c. Solidaritas 4  Tobias Gombert, Landasan Sosial Demokrasi   diterjemahkan oleh Ivan A. Hadar, Pipit Rokhiyat, Suchyar Efendi, Bonn : Friedich Ebert Stiffung Akademie Fur Soziale Demokratie, h. 18. 5   Ibid  , h. 36.  Solidaritas bermakna saling keterkaitan, kebersamaan dan tolong menolong. Solidaritas adalah kesediaan manusia untuk saling mendukung dan menolong. Solidaritas berlaku untuk mereka yang kuat dan yang lemah, antar generasi, antar bangsa. Solidaritas menciptakan kekuatan perubahan. Demi-kianlah pengalaman gerakan buruh. Solidaritas adalah kekuatan besar yang memersatukan masyarakat, kesediaan membantu secara spontan para individu, dalam sebuah organisasi dan aturan bersama. Dalam negara kesejahteraan, solidaritas secara politis diyakini dan terorganisir. Solidaritas harus selalu didiskusikan dalam keterkaitan dengan reali-sasi dari kebebasan dan kesetaraan. 6   2. Perkembangan Sosialisme di kalangan Milenial di Amerika Serikat. Amerika Serikat merupakan Negara yang sangat mengedepankan kebebasan individu. Pemerintahan di Amerika Serikat hanya dapat berperan efektif di bidang politik dan keamanan sedangkan peran dalam bidang ekonomi dan sosial tidak dilakukan oleh Pemerintah secara efektif. Kondisi ini telah dimulai sejak kemerdekaan Amerika Serikat pada tahun 1789. Kebijakan mengenai hak sipil pada tahun 1964 dan kebijakan mengenai hak memilih pada tahun 1965 merupakan tonggak yang bersejarah bagi Masyarakat Amerika Serikat terutama bagi Masyarakat yang dianggap sebagai minoritas oleh Masyarakat Amerika Serikat. Sejak dikeluarkannya kebijakan tersebut maka Masyarakat Minoritas di Amerika Serikat juga memiliki hak suara untuk memilih perwakilannya di kongres maupun senat. Kemunculan dan majunya Bernie Sanders di Pemilu Presiden Amerika Serikat tahun 2016 melalui Partai Demokrat berdampak kepada sistem yang ada di Amerika Serikat. Bernie Sanders merupakan salah satu politisi di Amerika Serikat yang secara terang  –  terangan mengakui bahwa Ia adalah salah seorang penganut ideologi sosial demokrasi. Namun, Bernie Sanders harus menelan pil pahit karena Bernie Sanders tidak lolos dalam konvensi Partai Demokrat, Demorat 6   Ibid, h. 39  memilih untuk mengusung Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton. Bernie Sanders menjadi salah satu tokoh berpengaruh di Amerika Serikat, Sejak Bernie Sanders mengikuti pemilihan Calon Presiden dan majunya Sanders dalam konvensi partai Demokrat. Sejak saat itu, banyak tokoh  –  tokoh beraliran sosialis yang muncul ke publik. Pada Pemilihan Kongres tahun 2018, Masyarakat Amerika Serikat dikejutkan oleh munculnya Alexandria Ocasio Cortez, Aktivis Wanita dari Bronx keturunan Amerika Latin yang mengajukan diri sebagai Calon Anggota Kongres dari Partai Demokrat untuk negara bagian New York menantang Ketua Kaukus Demokrat, Joe Crowley yang telah menjadi anggota kongres dari Partai Demokrat selama 20 tahun berturut  –  turut. Dalam Video Kampanyenya, Alexandria Ocasio Cortez membuat pernyataan bahwa Dia menyatakan perlawanan terhadap kekuasaan pemilik modal atas Negara Bagiannya. Dia juga berkali - kali menyatakan bahwa Ia adalah seorang sosialis demokrat. Pada tanggal 26 Juni 2018 secara mengejutkan Alexandria Ocasio Cortez berhasil mengalahkan Joe Crowley dengan selisih sebesar 15% (Lima Belas Persen). Pada tanggal 6 November 2018, Alexandria mengalahkan Anthony Pappas dari Partai Republik dengan 78% Suara berbanding 24% Suara. Jumlah Pemilih Milenial di New York pun semakin meningkat sejak kemunculan Alexandria Ocasio Cortez ke media. Kejadian ini tidak hanya terjadi di Negara Bagian New York namun terjadi juga di beberapa negara bagian. Kemenangan Ilhan Omar ( Warga Keturunan Somalia  –  Amerika) di Minnesota, Rashida Harbi Tlaib ( Warga Keturunan Palestina  –  Amerika) di Michigan, serta Ayanna Presley di Massachusetts. Hal ini membuktikan bahwa pandangan sosial demokrat saat ini sudah mulai menjadi pandangan arus utama dalam perpolitikan Amerika Serikat. Mayoritas pemilih tokoh - tokoh dari kaum sosial demokrat didominasi oleh generasi milenial di Amerika Serikat. 3. Perkembangan Sosialisme di kalangan Milenial di Indonesia. Pandangan mengenai Sosialisme pertama kali muncul di Indonesia sejak didirikannya Indische Sociaal Democratische Veregining (Selanjutnya disebut “ISDV”) oleh Henk Sneevliet pada tahun 1914. ISDV merupakan cikal bakal
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x