PROGRAM SP-4 JURUSAN TEKNIK SIPIL TEKNOLOGI BAHAN I 91 BAB VI

of 8
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Information Report
Category:

Presentations & Public Speaking

Published:

Views: 29 | Pages: 8

Extension: PDF | Download: 1

Share
Description
PROGRAM SP-4 JURUSAN TEKNIK SIPIL TEKNOLOGI BAHAN I 91 BAB VI
Tags
Transcript
    PROGRAM SP-4 JURUSAN TEKNIK SIPIL TEKNOLOGI BAHAN I   91 BAB VI L O G A M Baja banyak di gunakan dalam pembuatan struktur atau rangka bangunan dalam bentuk baja profil, baja tulangan beton biasa, anyaman kawat, atau pada akhir- akhir ini di pakai juga dalam bentuk kawat potongan yang disebut “fibre” atau metal fibre, sebagai tulangan beton. Dalam skala yang lebih kecil logam secara luas juga di pakai sebagai penguat, misalnya bentuk paku, sekrup, baut, kawat, pelat, bantalan jembatan, atau sebagai bahan lain bentuk lembaran (misalnya bentuk atap, atau lantai jembatan), atau juga bentuk dekorasi. Kelebihan logam sebagai bahan konstuksi adalah memiliki sifat yang di suatu pihak lebih baik karena ia : memiliki kuat tarik tinggi, dapat di rubah  –   rubah bentuknya, mudah di sambung / di las. Sifat lainnya adalah : memiliki harga konduktivitas listrik yang tinggi, konduktivitas panas tinggi dan dapat di haluskan sehingga berkilau permukaanya. Kelemahan sebagian besar logam, khususnya  baja, ialah tidak tahan korosi karena kelembapan maupun oleh pengaruh udara sekeliling dan terjadi perubahan bentuk bila terkena suhu/panas tinggi. Di dalam pemakaian, logam selain juga memiliki kuat tarik yang tinggi, tahan tekanan atau korosi, kadang-kadang juga harus tahan terhadap beban kejut, suhu rendah, gaya yang berubah-ubah atau kombinasi, dan beberapa keadaan yang lain. Pada umumnya, logam dapat di bagi menjadi 2(dua) kelompok besar yaitu :logam besi (ferrous metal) , dan logam bukan besi (non ferrous metal). Logam  besi : suatu logam yang elemen pembentuk utamanya adalah besi (fe). Misalnya :  besi tuang, besi tempa, baja. Logam bukan besi : logam yang elemen utamanya  bukan besi . Misalnya : alumunium, tembaga, timah putih, emas, dll. 6.1. PRODUKSI LOGAM Secara umum menurut cara yang di lakukan pada waktu ini , ada 4 (empat) tahap pengerjaan untuk menghasilkan sebagian besar jenis logam yaitu :  penggalian bijih logam    PROGRAM SP-4 JURUSAN TEKNIK SIPIL TEKNOLOGI BAHAN I   92  penyiapan bijih, untuk diambil logam dari bijih. Ektraksi atau mengeluarkan / memisahkan logam dari bijih. Pemurnian dan pengolahan logam. a. Pada penggalian bijih, umumnya ada dua cara yaitu: Penambangan terbuka dan Penambangan tertutup / penambangan di bawah permukaan tanah.  b. Pada proses penyiapan bijih besi/logam, bijih dihancurkan, sebagian kotoran yang terdapat pada bijih dibuang dengan menggunakan cara  pemisahan memakai alat-alat berat . Penyiapan bijih juga mencakup proses  pembakaran atau kalsinasi, misalnya pada bijih yang mengandung senyawa sulfide, pembakaran untuk menghilangkan belerang dari bijih besi yang mengandung senyawa karbonat. c. Pemisahan dilakukan dengan ekstraksi, yaitu dengan melalui proses proses kimia sehingga diperoleh logamnya. Proses ekstraksi ada 2 macam, yaitu : 1.   Proses Pirometalurgy. Bijih dipanaskan di dalam tungku tiup (blast furnace) atau tungku gema sehingga meleleh, kemudian dilakukan  pemisahan untuk mendapatkan logam dari lelehan tersebut. 2.   Proses Elektrometalurgy. Bijih dipisahkan logamnya dengan cara meleburnya di dalam tungku listrik atau dengan proses elektrolistrik. d. Pemurnian dan pengolahan logam. Logam hasil ekstraksi umumnya masih mengandung benda atau elemen lain, sehingga perlu dilakukan pemisahan lebih lanjut. Proses pemurnian dan pengolahan dilakukan dengan cara oksidasi dengan proses panas dalam tungku, pencairan, destilasi (seng), elektrolisa (tembaga) atau dengan memakai bahan pengikat kimia ( menambah Mn ke dalam baja cair). Proses Pembuatan Baja Baja merupakan paduan antara besi dengan elemen lain sehingga dicapai sifat-sifat yang diinginkan. Yang dimaksud dengan paduan adalah larutan  padat yang homogen antara besi dengan elemen-elemen lain yang dibutuhkan.    PROGRAM SP-4 JURUSAN TEKNIK SIPIL TEKNOLOGI BAHAN I   93 Baja dapat diolah dan dibentuk secara mekanis menjadi pelat, pipa,  batangan, profil, dll. Proses pembuatan baja dapat dilakukan dengan cara : a.   Proses Bessemer  b.   Proses Thomas c.   Proses Martin. Perbandingan/perbedaan antara proses Martin dan Bessemer adalah : a.   Proses Bessemer: Harus diambil dari besi kasar yang lebih murni, terutama yang tidak terlalu tinggi fosfornya. Baja yang dihasilkan mengandung Kadar fosfor rendah. Baja mengandung sedikit oksigen. Tidak ada proses tiupan tambahan.  b.   Proses Thomas Keuntungan : -   Besi kasar yang kurang bersih dapat dikerjakan. -   Fosfor dapat dihilangkan, tapi bila ada hanya sebagian fosfor yang dalam prakteknya tidak menimbulkan gangguan. -   Menghasilkan produk tambahan berupa pupuk. -   Prosesnya lebih mudah dibandingkan dengan proses Bessemer. Kerugian : -   Baja mengandung lebih banyak oksigen -   Besi yang hilang lebih banyak dibandingkan proses Bessemer ( 11  –   13 % ). 6.2. LOGAM PADUAN Baja merupakan besi dengan kadar karbon kurang dari 2 %. Baja dapat dibentuk menjadi berbagai macam bentuk sesuai dengan keperluan. Secara garis  besar ada 2 jenis baja, yaitu :    PROGRAM SP-4 JURUSAN TEKNIK SIPIL TEKNOLOGI BAHAN I   94 a.   Baja karbon  b.   Baja Paduan a.   Baja Karbon Baja karbon disebut juga plain karbon steel, mengandung terutama unsure karbon dan sedikit silicon, belerang dan pospor. Berdasarkan kandungan karbonnya, baja karbon dibagi menjadi : -    baja dengan kadar karbon rendah ( < 0,2 % C) -   Baja dengan kadar karbon sedang ( 0,1%-0,5 % C) -   Baja dengan kadar karbon tinggi ( >0,5 % C) Kadar karbon yang terdapat di dalam baja akan mempengaruhi kuat tarik, kekerasan dan keuletan baja. Semakin tinggi kadar karbonnya, maka kuat tarik dan kekerasan baja semakin meningkat tetapi keuletannya cenderung turun. Penggunaan baja di bidang teknik sipil pada umumnya berupa baja konstruksi atau baja profil, baja tulangan untuk beton dengan kadar karbon 0,10% - 0,50 %. Selain itu baja karbon juga digunakan untuk baja/kawat pra tekan dengan kadar karbon s/d 0,90 %. Pada bidang teknik sipil sifat yang paling penting adalah kuat tarik dari baja itu sendiri. b. Baja Paduan Baja dikatakan di padu jika komposisi unsur-unsur paduannya secara khusus ,  bukan baja karbon biasa yang terdiri dari unsure silisium dan mangan. Baja  paduan semakin banyak di gunakan.Unsur yang paling banyak di gunakan untuk baja paduan , yaitu : Cr, Mn, Si, Ni, W, Mo, Ti, Al, Cu, Nb, Zr. 6.3. KLASIFIKASI BAJA Baja paduan dapat di klasifikasikan sesuai dengan : Komposisi Struktur Penggunaan    PROGRAM SP-4 JURUSAN TEKNIK SIPIL TEKNOLOGI BAHAN I   95  Komposisi Berdasarkan komposisi baja paduan di bagi menjadi : Baja tiga komponen : terdiri satu unsure pemandu dalam  penambahan Fe dan C. Baja empat komponen : terdiri dari dua unsure pemandu dst. Struktur Baja di klasifikasikan berdasarkan : Baja pearlit Baja martensit Baja austensit Baja ferrit Baja karbit / ledeburit Baja pearlit (sorbit dan trostit), di dapat jika unsur-unsur paduan relative kecil maximum 5 %, baja ini mampu di mesin, sifat mekaniknya meningkat oleh heat treatmen (hardening &tempering) Baja martensit, unsure pemandunya lebih dari 5 % sangat keras dan sukar di mesin. Baja autensit, terdiri dari 10  –   30 % unsure pemadu tertentu (Mi, Mn, atau Co) misalnya : baja tahan karat (stainlees steel), non magnetic dan baja tahan panas (heat resistant steel). Baja ferrit, terdiri dari sejumlah besar unsure  pemadu (Cr, W atau Si) tetapi karbonnya rendah. Tidak dapat di keraskan. Baja karbit (ledeburit), terdiri sejumlah karbon dan unsure- unsur pembentuk karbit (Cr, W, Mn, Ti, Zr)  Penggunaan Berdasarkan penggunaan dan sifat-sifatnya, baja paduan diklasifikasikan : Baja konstruksi (structural steel) Baja perkakas (tool steel) Baja dengan sifat fisik khusus Baja konstruksi, di bedakan lagi menjadi yiga golongan tergantung persentase unsure pemadunya, yaitu :    Baja paduan rendah (maximum 2 %)    Baja paduan menengah (2  –   5 %)
Recommended
View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks