BAHAN KULIAH Struktur Beton II (TC305) Prodi Teknik Sipil Diploma III

of 27
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Information Report
Category:

Economy & Finance

Published:

Views: 40 | Pages: 27

Extension: PDF | Download: 0

Share
Description
BAHAN KULIAH Struktur Beton II (TC305) Prodi Teknik Sipil Diploma III
Tags
Transcript
  BAHAN KULIAH Struktur Beton II (TC305) Prodi Teknik Sipil Diploma III BAB 8 -   1 BAB VIII ANALISA BETON PADA PONDASI JEMBATAN 8.1. JEMBATAN BETON Jembatan beton adalah bangunan jembatan yang strukturnya menggunakan material beton bertulang khususnya pada bangunan atas (upper structure). Dalam hal ini mutu beton menjadi suatu hal yang sangat penting. Mutu beton dipengaruhi oleh:   Mutu material : pasir, batu pecah, semen, air.   Mutu alat : pencampur, pengangkut, pemadat.   Mutu perencanaan campuran (mix design).   Mutu formwork.   Mutu proses pengecoran.   Mutu pemeliharaan. Jembatan ditinjau dari material strukturnya dapat diurutkan sebagai berikut :   Jembatan kayu / bamboo.   Jembatan baja.   Jembatan beton.   Jembatan komposit (beton dan baja). Yang dibahas lebih lanjut adalah metode konstruksi jembatan beton, meliputi berbagai jenis struktur jembatan dari jembatan biasa, jembatan lengkung dan jembatan kabel. A. Fungsi Secara umum, fungsi jembatan jenis apa pun sama, yaitu : Bangunan yang menghubungkan secara fisik untuk keperluan pelayanan transportasi dari tempat ujung satu ke ujung lainnya, yang terhalang oleh kondisi alam atau bangunan lain.  BAHAN KULIAH Struktur Beton II (TC305) Prodi Teknik Sipil Diploma III BAB 8 -   2 Secara fisik, fungsi jembatan menghubungkan dua tempat yang terhalang oleh kedua kondisi, yaitu :    kondisi alam, seperti : sungai, lembah, selat (disebut bridge).      kondisi bangunan atau jalan yang telah / akan ada (disebut fly over/viaduct). Problem yang dihadapi dua macam jembatan tersebut berbeda, yaitu :    Jembatan (bridge) :   arus air atau kedalaman air yang dapat menyulitkan proses pelaksanaan jembatan.    Jembatan layang (fly over) :   fungsi bangunan/jalan yang ada di bawahnya tidak boleh terganggu selama proses pelaksanaan jembatan layang. Oleh karena itu diperlukan pengaturan lalu-lintas selama proses pelaksanaan jembatan. Dalam pelaksanaan jembatan, hambatan utamanya adalah kondisi fisik alam setempat yang cukup diatasi dengan teknologi . Sedangkan dalam pelaksanaan jembatan layang, hambatan utamanya adalah kondisi fungsi sosial setempat yang tidak cukup diatasi dengan teknologi saja, tetapi harus dengan manajemen   yang baik, agar tidak merugikan fungsi sosial yang ada, terutama lalu-lintas (traffic)   yang ada. Karena itu sebelum proyek dimulai, harus dilakukan manajemen lalu-lintas (traffic management),   untuk menjamin lalu-lintas tetap dapat berfungsi. B. Proses Pengecoran Proses pengecoran "bangunan atas" jembatan beton, berkembang sesuai dengan kemajuan teknologi, dan untuk mempercepat pelaksanaan serta mengurangi limbah, metode pelaksanaan berkembang menuju sistem precast . Hal ini merupakan tantangan tersendiri untuk alat angkatnya. Proses pengecoran dapat dibagi menjadi :    Cast Insitu,   bangunan atas jembatan dicor di tempat dengan bantuan perancah, baik yang terletak di atas tanah maupun yang terletak pada suatu struktur bantu.    Precast,   bagian bangunan atas dicor di pabrik / lokasi khusus  BAHAN KULIAH Struktur Beton II (TC305) Prodi Teknik Sipil Diploma III BAB 8 -   3 pengecoran, kemudian diangkat dan dipasang pada posisinya sesuai gambar desain.    Campuran,   sebagian bangunan atas jembatan dicor dengan sistem precast   dan sebagian dicor di tempat sehingga beton tersebut menjadi satu kesatuan struktur. Dalam hal ini biasanya beton precast   mendominasi sedangkan bagian yang dicor termasuk sifatnya minor. Untuk jembatan yang besar / panjang bentangnya, strukturnya tidak mungkin lagi dibuat sekaligus baik untuk cast insitu   maupun precast.   Untuk mengatasi hal tersebut pelaksanaannya dipilih menggunakan segmental (segmen demi segmen), dengan sistem free cantilever   atau sistem launching.   Keunggulan sistem precast dibanding dengan cast insitu (cast inplace)   adalah :    waktu pelaksanaan jembatan dapat lebih cepat.    mutu lebih terjamin.    tidak menimbulkan limbah.    lebih memacu perkembangan teknologi alat konstruksi, terutama alat angkut dan alat angkat. Sedangkan kelemahannya, adalah :    memerlukan alat angkat yang relatif besar.    memerlukan ketelitian dimensi yang tinggi. C. Jenis Jembatan Beton Untuk menjalankan fungsinya, jembatan menghadapi dua jenis hambatan, yaitu :    Tantangan alam, tempat lokasi jembatan, yaitu masalah bentang.    Karena beban yang harus dipikul semakin besar, sesuai dengan meningkatnya keperluan transportasi, yaitu masalah .  mutu material. Untuk melayani tantangan tersebut, struktur jembatan juga berkembang dalam jenis-jenis desainnya, yaitu:    Jembatan beton biasa (conventional),   dapat melayani bentang yang terbatas, tidak terlalu panjang, secara layak.  BAHAN KULIAH Struktur Beton II (TC305) Prodi Teknik Sipil Diploma III BAB 8 -   4    Jembatan prestressed,   dapat melayani bentang yang lebih panjang secara lebih layak, karena sistem stressing   yang menimbulkan momen sekunder yang berlawanan.    Jembatan lengkung,   dapat melayani bentang yang lebih panjang dibanding  jembatan yang lurus, karena dapat memanfaatkan kekuatan beton yaitu: kuat tekan.    Jembatan cable-stay atau jembatan gantung,   dapat melayani bentang (antarpilar) yang sangat panjang, karena merupakan kelipatan dari jarak kabel yang ada. Di samping perkembangan jenis desain tersebut, mutu material beton dan baja penulangan juga mengalami peningkatan, seperti contoh berikut sebagai dasar perhitungan struktur :    Kekuatan desak beton   dari 75 kg/cm 2  meningkat mencapai lebih dari 500 kg/cm 2 .    Kekuatan tarik baja   penulangan dari 1200 kg/cm 2  meningkat mencapai 4000 kg/cm 2 . 8.2. JEMBATAN CABLE STAY Konsep penggunaan incline cable   untuk menahan balok jembatan bukan hal baru. Konsep tersebut telah mengalami evolusi sehingga mencapai kemajuan seperti yang dapat dilihat pada struktur jembatan-jembatan cable stayed   saat ini. Pembaruan yang modern tentang jembatan tersebut dimulai pada tahun 1955, yang semula menggunakan deck   dari baja untuk jembatan dengan bentang yang panjang, akhirnya dapat dikembangkan penggunaan deck   dari beton bertulang (prestressed). Penggunaan cable    juga berkembang dari satu menjadi banyak sesuai dengan bentang yang ingin dicapai. Jembatan Danau Maracaibo Bridge di Venezuela dengan menggunakan deck prestressed concrete   dan bentang tengah sepanjang 400 meter, dinyatakan sebagai jembatan cable stay   pertama yang modern pada tahun 1962.  BAHAN KULIAH Struktur Beton II (TC305) Prodi Teknik Sipil Diploma III BAB 8 -   5 A. Kelebihan Kelebihan / keunggulan jembatan cable stay   dapat dinyatakan sebagai berikut:    Tinggi balok (girder)   relatif sangat pendek dibanding dengan panjang bentang (bentang teknis yang sebenarnya adalah jarak antar-cable).   Struktur beton deck   tidak begitu aerodinamik.   Gaya horizontal dari cable stay   merupakan gaya tekan bagi beton deck.   Jumlah cable baja yang digunakan relatif kecil.   Defleksi akibat beban hidup kecil.   Pelaksanaan mudah. B. Sistem Struktur Jembatan cable stayed   terdiri dari tower, pier, girder   dan cable.   Secara mendasar cable stayed bridge   dibagi dalam empat sistem, yaitu:   Floating System   Supporting System   Monolithic System   Frame System Floating system   telah digunakan secara luas. Pada sistem ini tower   dan pier dicor menjadi satu blok dan bagian girder pada tower   digantung dengan cable vertikal. Keuntungan dari tipe ini adalah terletak pada kesederhanaan struktur serta baik / cocok untuk menahan gempa. C. Tower Sebagian jembatan cable stayed   yang telah selesai, memiliki tower berbentuk portal dengan balok horizontal sebagai penghubung. Pada dasarnya bentuk tower   terbagi dalam dua macam, yaitu:    Bentuk huruf A (A shape)      Bentuk huruf H (H shape)  
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x