teori perkembangan kognitif vygotsky dan piaget

Please download to get full document.

View again

of 9
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Information Report
Category:

Reviews

Published:

Views: 20 | Pages: 9

Extension: PDF | Download: 0

Share
Description
makalah tentang teori perkembangan kognitif vygotsky dan piaget
Tags
Transcript
    TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF OLEH: MUHAMAD BAHAR SOFIUDDIN 140321807811 PENDIDIKAN FISIKA PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MALANG SEPTEMBER 2014  1 A.   Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget 1.   Prinsip Perkembangan Kognitif Teori dari Piaget adalah menemukan asal muasal logika alamiah dan transformasinya dari satu bentuk penalaran ke penalaran lain. Tujuan dari karya Piaget adalah menemukan karakteristik logika alamiah, logika  bertindak, berbicara, berpikir dalam berbagai bentuk yang dibangun oleh individu pada berbagai fase dalam perkembangan kognitif. Pertama, dia tidak mendukung pendapat pengetahuan sebagai informasi statis yang berada di dalam objek dan peristiwa yang terpisah dari individu. Dalam karya Piaget,  pengetahuan adalah proses mengetahui melalui interaksi dengan lingkungan, dan kecerdasan adalah sistem terorganisasi yang membentuk struktur yang dibutuhkan untuk beradaptasi dengan lingkungan. Karena itu kecerdasan adalah proses yang terus berjalan dan berubah sehingga bersifat aktif. Transformasi dari salah satu bentuk penalaran ke bentuk lain tergantung dari empat faktor, yakni faktor lingkungan, kematangan, pengaruh sosial, dan proses ekuilibrasi. 2.   Komponen Perkembangan Kognitif a.   Sifat Psikologis pemikiran logis Terdapat tiga konsep utama yang merefleksikan sifat pemikiran logis di dalam teori piaget yakni struktur psikologis, peran kemungkinan dan keniscayaan dalam memahami kejadian, dan peran makna, yang akan dijelaskan sebagai berikut.    Struktur Psikologis Unit dasar dari pemikiran logis adalah jenis aktivitas kognitif tertentu yang oleh Piaget disebut sebagai operasi ( operation ). Tanpa sistem pemikiran logis ini anak tidak akan mampu membedakan antara pengetahuan dan keinginan, dakta dan fantasi. Operasi adalah transformasi yang dikenakan pada data atau objek dan mereka membentuk struktur psikologis tertentu. Mereka adalah tindakan yang diinternalisasikan dapat dibalik dan dikoordinasikan dalam sistem. Berikut disajikan contoh karakteristik struktur psikologis pada tabel 1.  2 Karakteristik Konservasi jumlah Konservasi kuantitas Transformasi Membagi 40 keping uang logam menjadi empat tumpukan Menggulung bola tanah liat menjadi bentuk sosis Menyeimbangkan kompensasi Jumlah tumpukan  bertambah saat jumlah dalam satu tumpukan menurun Bentuk menjadi lebih  panjang dan tipis Konstan atau invarian (konservasi) Jumlah total keping uang tidak berubah Jumlah total tanah liat tidak berubah Keterbalikan (tindakan kebalikan yang memulihkan keadaan awal) Merekombinasikan empat tumpukan menjadi satu tumpukan Menggulung tanah liat  berbentuk sosis kembali menjadi bola    Peran kemungkinan dan keniscayaan dalam memahami kejadian Faktor yang saling tergantung dan kebalikannya seperti kejadian pada tabel 1 pada kolom konservasi kuantitas, mengilustrasikan konsep utama dalam konstruksi struktur operasional yakni keniscayaan. Keniscayaan merupakan sesuatu yang inheren (berhubungan erat) dalam penjelasan kausal (saling menyebabkan), dalam hubungannya sebab-sebab yang teridentifikasi dan efek atau hasil yang diproduksi. Riset oleh piaget mengungkapkan perkembangan panjang pemahaman anak tentang kemungkinan dan keniscayaan. Berikut adalah peringkat  penalaran tentang kemungkinan dan keniscayaan yang disajikan pada tabel 2. Peringkat Permikiran Kemungkinan Keniscayaan Peringkat I (pra-operasional) a.   Pengenalan hanya satu kemungkinan  b.   Pengenalan berikutnya  bahwa setidaknya ada satu kemungkinan lain a.   Realitas dipahami atau dimanipulasi sehingga tampak seperti niscaya  b.   Kekurangan pertimbangan kemungkinan yang kumulatif dieliminasi pada usaha mencoba-coba yang selanjutnya Peringkat II A (awal operasi konkret) Pembentukan kemungkinan lain yang konkret; terbatas  pada hal-hal yang dapat dibayangkan anak Beberapa penyisihansistematis atas kemungkinan yang terbukti salah dalam percobaan sebelumny; namun, anak terkadang melupakan kemungkinan yang sudah disisihkan dalam serangkaian  percobaan yang lebih panjang Peringkat II B Setiap kemungkinan merupakan salah satu dari  banyak yang dapat dipahami Peringkat III (operasi hipotesis- deduktif) Kemungkinan yang tidak terbatas dapat dideduksi Penyisihan kemungkinan secara sistematis; pengenalan bahwa lebih dari serangkaian percobaan adalah mungkin dan pada akhirnya akan menghasilkan solusi yang tepat  3    Peran makna (logika makna) Logika pemikiran operasional disebut sebagai logika ekstensional. Ia  berkaitan dengan kebenaran atau kekeliruan suatu istilah atau pernyataan  berdasarkan ekstensi atau kaitannya dengan pernyataan lain. Karya terakhir Piaget The Logic of Meanings  meletakkan landasan untuk teori logika intensional atau logika makna bersama. Menurut Piaget makna bersama dalam tindakan adalah akar dari logika operasional atau ekstensional.    Pengetahuan selalu melibatkan inferensi, yakni relasi antara tindakan adalah implikasi logis.    Makna suatu objek mencakup hal-hal yang dapat dilakukan dengan objek dan deskripsinya. Makna adalah asimilasi ke skema tindakan (entah itu nyata atau mental)    Logika dimulai saat bayi mampu memperkirakan relasi antar tindakan, yang disebut sebagai implikasi makna atau implikasi antar tindakan.  b.   Proses fundamental Sebagaimana sistem biologis, kecerdasan berinteraksi dengan longkungan,  beradaptasi kepadanya, mengembangkan struktur baru apabila dibutuhkan, dan mempertahankan keadaan saat terjadi perbahan dan perumbuhan. Ciri esensial dari interaksi antara kecerdasan dengan lingkungan adalah    Asimilasi Asimilasi adalah penggabungan elemen eksternal kedalam internal, misalnya suatu objek atau kejadian kedalam  sensorimotor atau skema konseptual subjek       Akomodasi akomodasi mencakup penyesuaian dalam struktur struktur internal pemelajar dan transformasi kualitatif dalam pemikiran    Ekuilibrasi Ekuilibrasi adalah seperangkat proses yang kompleks dan dinamis yang secara kontinyu mengatur perilaku. Peran utama ekuilibrasi adalaha mempertahankan fungsi intelektual selama perkembangan.  4 3.   Peringkat penalaran kompleks Riset awal Piaget memantapkan kerangka analisis proses berpikir yang dibuatnya. Kerangka ini terdapat 4 tahap perkembangan kognitif yang ditampilkan pada tabel 3 Tahap Proses penalaran Periode sensori motor (kelahiran -1 tahun) Kecerdasan prasimbolik dan praverbal berkaitan dengan  perkembangan pola tindakan. Inferensi dimulai ketika bayi mengembangkan relasi antara tindakan. Contohnya adalah mengkonstruksi skema wadah  –    isi skema “memasukkan ke mulut”  Periode praoperasional (2-3 hingga 7-8 tahun) Permulaan sebagian besar logis. Namun penalaran anak dari satu pemikiran ke pemikiran lainnya dan keputusannya didasarkan pada petunjuk perseptual. Anak kecil tidak membedakan antara realitas, kemungkinan dan keniscayaan dalam situasi pemecahan masalah Periode operasional konkret (7-8 hingga 12-14 tahun) Berkembangnya cara berpikir logis berhubungan dengan objek konkret. Anak mulai memahami bahwa operasi tertentu secara simultan dan niscaya mengimplikasikan kebalikannya. Anak mulai mengembangkan bebrapa kemungkinan dalam situasi pemecahan masalah dan cara mengesampingkannya secara sistematis Periode operasional formal (diatas 14 tahun) Kepabilitas untuk secara logis menangani situasi multifaktor mulai muncul. Individu dapat mendeduksi berbagai kemungkinan dan secara sistematis mengesampingkannya. Penalaran bergerak dari situasi hipotesis ke konkret. Piaget mengidentifikasi 3 peringkat. Peringkat I, kesadaran praktis yang muncul pada periode  sensorimotor  . Peringkat II, kesadaran konseptual, diasosiasikan dengan pemikiran operasional konkret. Peringkat III, kesadaran reflektif, disini individu merenungkan fungsinya sendiri 4.   Prinsip Pembelajaran Fokus teri Piaget adalah pengembangan pemikiran logis. Karenanya ia tidak memasukkan pedoman khusus untuk pembelajaran. Akan tetapi,  pedoman umum untuk pembelajaran yang berguna membantu siswa berpikir dapat didasarkan pada teorinya. Pertama, pengetahuan, terutama matematika dan sains, tidak boleh diajarkan seakan-akan mereka sebagai satu set kebenaran yang dapat disampaikan melalui bahasa abstrak. Pemelajar mengkonstruksi pengetahuan melalui riset mandiri dan kerjasama dengan temannya. Peran guru adalah mengorganisasikan dan menciptakan situasi yang memberikan masalah yang  bermakna dan mengajukan pretanyaan yang mendalam yang akan
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x